Ad image

Warisan Budaya Takbenda Jawa Tengah Terbanyak Se-Indonesia, Raih Penghargaan Kementerian Kebudayaan

4 Min Read

JAKARTA, reaksinasional.comWarisan Budaya Takbenda Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi . Pada tahun 2025, Jawa Tengah menjadi provinsi penyumbang terbanyak Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dengan total 57 karya dari 514 warisan budaya takbenda yang ditetapkan oleh .

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Kebudayaan yang diserahkan di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin malam, 15 Desember 2025. Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah .

“Provinsi Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan terkait warisan budaya takbenda. Jawa Tengah mendapatkan yang terbanyak karena kita memang harus selalu nguri-uri budaya,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima sertifikat penetapan WBTbI.

Berdasarkan peta persebaran WBTbI Kementerian Kebudayaan periode 2013–2025, Jawa Tengah kini menempati posisi kedua nasional dengan total 215 Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Jumlah tersebut berada tepat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki 245 WBTbI. Data tersebut menegaskan besarnya kekayaan budaya yang dimiliki Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus melestarikan dan mengembangkan potensi budaya daerah. Menurutnya, budaya bukan hanya identitas, tetapi juga bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif.

“Secara tidak langsung ini akan mengangkat sisi budaya Jawa Tengah. Di sisi lain juga bisa meningkatkan ekonomi kreatif di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pelestarian tersebut akan diterapkan pada seluruh karya budaya takbenda di kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Tidak hanya terbatas pada seni tari, lagu, kuliner, maupun situs budaya, tetapi mencakup seluruh domain budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Karya, cipta, dan rasa yang tumbuh di Jawa Tengah akan menjadi kearifan lokal yang bisa dikenalkan ke luar daerah. Contohnya lagu ‘Ilir-ilir’ dan masih banyak lagi. Ini luar biasa,” kata Ahmad Luthfi.

Dari 57 WBTbI asal Jawa Tengah yang ditetapkan pada 2025, di antaranya adalah tembang “Ilir-ilir” dari Kabupaten Demak dan Gendukan dari Kabupaten Pekalongan. Kedua warisan budaya tersebut bahkan ditampilkan secara langsung sebagai pembuka malam puncak Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, tembang “Ilir-ilir” saat ini juga sedang diproses untuk diajukan sebagai warisan budaya takbenda dunia. Kelengkapan dokumen tengah disiapkan untuk pengajuan ke UNESCO.

Ia menjelaskan, “Ilir-ilir” merupakan tembang ciptaan Sunan Kalijaga yang sarat makna filosofis. Lagu tersebut mengandung pesan agar manusia bangkit dari keterpurukan dan sifat malas menuju jalan kebenaran.

“Itu mencerminkan budaya masyarakat Demak yang biasa melantunkan Ilir-ilir saat mongso tandur. Nilainya sangat kuat dan berpotensi mewakili Indonesia, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pada 2025 terdapat 514 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTbI. Secara kumulatif, sejak 2013 hingga 2025, Indonesia telah menetapkan 2.727 warisan budaya takbenda yang tersebar di seluruh provinsi.

Menurut Fadli Zon, angka tersebut masih jauh dari total potensi warisan budaya takbenda yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut kekayaan budaya Indonesia sangat besar dan beragam.

“Big data saja tidak cukup lagi. Karena itu kita dorong istilah Mega Diversity, mengingat begitu kayanya ragam budaya dan ekspresi budaya kita, mulai dari bahasa, sastra, tradisi lisan, ritus, manuskrip, permainan tradisional, olahraga tradisional, pangan lokal, kuliner, hingga adat istiadat dan seni,” jelas Fadli Zon.

Ia mendorong agar pada tahun-tahun mendatang semakin banyak daerah yang aktif melakukan pendataan dan pengusulan WBTbI, sehingga lebih banyak warisan budaya Indonesia yang dapat diakui di tingkat dunia.

“Kita harapkan warisan budaya takbenda ini menjadi ekosistem berkelanjutan dan semakin banyak yang diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia,” pungkasnya.

Share This Article