Wapres Gibran dan Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Tanah Gerak Jangli, Pastikan Relokasi Warga

3 Min Read
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Presiden RI bersama Gubernur meninjau langsung lokasi tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu sore (14/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, keduanya memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi dan lahan relokasi segera disiapkan.

Di tengah gerimis, Wapres dan Gubernur berdialog dengan warga yang kini mengungsi tidak jauh dari lokasi retakan tanah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk menyiapkan relokasi sementara bagi warga terdampak.

Ahmad Luthfi meminta warga tidak kembali ke rumah yang berada di area rawan demi keselamatan. “Semua kebutuhan pokok akan dipenuhi. Sementara ini tidak usah tinggal di rumah yang tanahnya bergerak. Lebih baik menyelamatkan diri dan keluarga sambil menunggu tempat yang ditunjuk camat dan lurah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembiayaan relokasi akan ditanggung bersama oleh Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum turut dikerahkan untuk membantu penanganan dampak pergerakan tanah.

“Semua mengupayakan keselamatan panjenengan. Hari ini Wapres turun langsung untuk memastikan Bapak-Ibu sekalian dalam kondisi aman,” katanya.

Wapres Gibran menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia meminta masyarakat tidak bolak-balik kembali ke rumah lama karena potensi pergerakan tanah masih belum dapat dipastikan.

“Keselamatan nomor satu. Hati-hati di sini banyak anak-anak dan lansia. Minggu lalu saya ke lokasi tanah gerak di Tegal, situasinya juga cukup parah. Kalau kondisi seperti ini sangat berbahaya. Yang penting tidak ada korban,” ujarnya.

Berdasarkan data kelurahan, sebanyak 66 jiwa kini mengungsi di enam tenda darurat yang didirikan sekitar 100–200 meter dari lokasi terdampak. Logistik dan fasilitas dasar, termasuk kamar mandi, telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, menyampaikan relokasi sementara direncanakan berlangsung sekitar dua bulan. Pemerintah tengah meminjam lahan milik warga untuk hunian sementara sembari menyiapkan solusi hunian tetap.

“Kami carikan tempat relokasi sementara kurang lebih dua bulan, sambil dicarikan hunian tetap,” ujarnya.

Salah seorang warga, Subiyanti (44), berharap kunjungan pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat solusi permanen. Ia mengatakan sebagian besar warga telah tinggal di kampung tersebut selama puluhan tahun.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan memberi solusi cepat. Kami diminta tetap di pengungsian karena situasinya belum memungkinkan untuk kembali,” tuturnya.

Share This Article