Wali Kota Magelang Tekankan Profesionalisme Medis Harus Seimbang dengan Empati

3 Min Read
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang bersama dokter internship berfoto usai sarasehan di Pendopo Pengabdian, Kabupaten Magelang, Jumat (10/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa profesionalisme di bidang medis harus berjalan selaras dengan sisi kemanusiaan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat Pemerintah Kota Magelang menerima 24 dokter dan dokter gigi peserta program internship yang akan bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan sarasehan yang digelar di Pendopo Pengabdian, Kabupaten Magelang, Jumat (10/4/2026), Damar menyampaikan bahwa Kota Magelang diharapkan menjadi ruang belajar yang utuh bagi para dokter muda, tidak hanya dalam mengasah kemampuan klinis, tetapi juga memperkuat empati dan karakter sebagai tenaga medis.

Ia menekankan bahwa nilai seorang dokter tidak hanya diukur dari kemampuan menyembuhkan pasien, tetapi juga dari kemampuan memberikan ketenangan melalui komunikasi yang baik dan penuh empati. Menurutnya, integritas serta cara berinteraksi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam praktik pelayanan kesehatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Istikomah. Para dokter internship akan bertugas di RSUD Tidar serta sejumlah puskesmas di wilayah Kota Magelang.

Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, menambahkan bahwa meskipun masa tugas dokter internship relatif singkat, yakni sekitar satu tahun, mereka tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang menjadikan sektor kesehatan sebagai program prioritas.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memahami fasilitas layanan kesehatan yang tersedia, mematuhi aturan dan etika profesi, serta menjaga kedisiplinan selama bertugas. Menurutnya, pengenalan terhadap sarana dan prasarana kesehatan akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi diskusi, para dokter internship menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya usulan pembukaan layanan laboratorium pada sore hari untuk mempercepat pelayanan, serta kebutuhan perbaikan dan pemeliharaan alat kesehatan di tingkat puskesmas.

Selain itu, layanan poliklinik sore dinilai efektif karena mampu melayani antara 10 hingga 18 pasien per hari. Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan pada pagi atau siang hari.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Magelang berharap para dokter muda tidak hanya menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Share This Article