Ad image

Wakil Wali Kota Semarang Apresiasi Peran Fatayat NU Gerakkan Ekonomi dan Lingkungan

3 Min Read

, Reaksi Nasional – Wakil Wali Kota Semarang, , memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang dalam memberdayakan perempuan. Organisasi ini dinilai sukses menggerakkan roda perekonomian kader melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Iswar saat menghadiri Pertemuan Rutin Triwulan PC Fatayat NU Kota Semarang di Aula Kecamatan Tembalang, Minggu (4/1/2026). Dalam kesempatan itu, Iswar turut meninjau dan memborong sejumlah produk UMKM kader yang dipamerkan.

“Ini perlu ada pemberdayaan, masyarakat harus diberdayakan. Harus ada aktivitas ekonomi, dan sahabat Fatayat sudah banyak melakukan itu,” ujar Iswar.

Iswar menilai Fatayat NU merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Fokus organisasi pada isu pengolahan sampah dan penguatan ekosistem pertanian perkotaan (urban farming) dinilai selaras dengan prioritas Pemerintah Kota Semarang saat ini.

Menurutnya, peran ibu-ibu, baik yang tergabung dalam PKK maupun Fatayat, sangat krusial dalam menyukseskan program pemerintah karena gerakan mereka menyasar lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

“Jadi ibu-ibu sangat tepat sasaran kalau membawa aksi-aksi perubahan di lapangan,” tambahnya.

Fokus Program 2026

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh, menjelaskan bahwa pertemuan ini mengangkat tema “Eco-Agriculture: Transformasi Petani Milenial dengan Zero Waste”. Tema ini dipilih untuk mendorong kader meminimalisasi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Secara teknis, kader di tingkat RT maupun RW didorong membentuk , mengolah limbah organik menjadi kompos, serta memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam urban farming.

“Paling tidak nanti bisa petik cabai atau sayuran sendiri untuk memasak,” ujar Istighfaroh.

Ia menyebutkan, pengelolaan bank sampah dan urban farming yang dikelola kader Fatayat di Dukuh Genting, RW 6, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, akan dijadikan pilot project. Keberhasilan di lokasi ini akan menjadi acuan fokus program pemberdayaan pada tahun 2026 di kecamatan lain.

Bentuk Kelompok Tani

Sementara itu, Aniqotun Nafi’ah, penggerak Bank Sampah dan budidaya maggot Fatayat, mengungkapkan adanya dukungan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Pihaknya diminta untuk membentuk kelompok tani wanita di bawah naungan Fatayat NU.

“Kemarin saat saya menjadi narasumber bersama Dinas Pertanian, kami diminta membuat semacam kelompok tani Fatayat. Saya rasa Kota Semarang bisa membentuk itu untuk program tahun 2026 ini,” jelas Aniqotun.

Terkait keterbatasan lahan di perkotaan, Aniqotun menekankan pentingnya inovasi pertanian vertikal maupun horizontal yang bisa diaplikasikan di pekarangan rumah tangga.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Share This Article