BATANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat menjalin sinergi dengan Jam’iyyah Thariqah Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jama’ah (JATMA Aswaja) dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keagamaan di tengah masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri pelantikan pengurus JATMA Aswaja tingkat kabupaten dan kota se-Jawa dan D.I. Yogyakarta di Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu (3/5/2026).
Menurut Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, keberadaan tarekat yang didirikan Habib Luthfi bin Yahya tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangsa dan agama.
“Sehingga kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mohon kalau acara-acara JATMA diikutsertakan,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya.
Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi menyampaikan rasa bangganya kepada Taj Yasin yang merupakan putra almarhum KH Maimoen Zubair. Ia berharap kepemimpinan Taj Yasin mampu membawa kemajuan bagi Jawa Tengah.
“Jangan hanya bangga saja, tetapi harus didoakan agar dalam membangun Jawa Tengah bisa terlaksana dengan baik,” kata Habib Luthfi.
Selain itu, Habib Luthfi juga berpesan kepada seluruh jamaah agar menjaga lisan dan membiasakan ucapan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Tarekat akan membawa setiap manusia untuk membersihkan hati, sehingga pemikiran dan akalnya akan bersih dan jernih,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMA Aswaja, Helmy Faishal Zaini, menegaskan organisasi tersebut tidak hanya bergerak dalam bidang spiritual, tetapi juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor agraris.
Menurut Helmy, JATMA Aswaja tengah mematangkan program pengelolaan ribuan hektare lahan pertanian untuk pengembangan tanaman jagung dan tebu melalui sinergi dengan BUMN dan BUMD.
“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” katanya.
Selain program ketahanan pangan, JATMA Aswaja juga memperkenalkan Badan Pembela Tanah Air (BAPETA) yang dibentuk untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga marwah kepemimpinan ulama di tingkat akar rumput.
Hingga Mei 2026, JATMA Aswaja telah memiliki kepengurusan di sembilan provinsi dengan sekitar 900 cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.


