Wagub Taj Yasin Apresiasi PMI Jateng atas Respons Cepat Layanan Kebencanaan

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membuka Musyawarah Daerah Kerja PMI Provinsi Jawa Tengah di Kantor BPBD Jateng, Semarang, Kamis (12/2/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah atas kontribusinya dalam pelayanan kebencanaan dan kemanusiaan di berbagai daerah. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah Kerja PMI Provinsi Jawa Tengah di Kantor BPBD Jateng, Semarang, Kamis (12/2/2026).

Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menilai PMI selalu hadir dan sigap saat masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam situasi darurat bencana.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Provinsi Jawa Tengah, kepada PMI kabupaten/kota yang bahu-membahu untuk terus memberi semangat agar PMI senantiasa eksis,” ujarnya.

Ia menyoroti kecepatan PMI dalam memenuhi kebutuhan , termasuk saat kondisi mendesak. Dengan dukungan peralatan yang semakin lengkap, pelayanan dinilai semakin optimal. Gus Yasin juga mengingatkan peran penting PMI saat pandemi Covid-19, ketika kebutuhan darah meningkat sementara ketersediaan stok terbatas.

“Apa yang sudah ada mari terus diperjuangkan, dan kita telah melihat pelayanan PMI Jawa Tengah untuk koordinasi kebutuhan darah itu luar biasa cepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana mengajak seluruh PMI kabupaten/kota menjaga kekompakan dan integritas organisasi melalui rapat pleno rutin. Ia mengingatkan bahwa Februari masih menjadi puncak musim hujan sehingga kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.

Dalam laporannya, Sarwa menyampaikan bahwa selama 2026 PMI Jawa Tengah telah menggalang donasi untuk sejumlah bencana, antara lain Rp190,5 juta untuk tanah gerak di Sirampog, Brebes, Rp33 juta untuk longsor Majenang, Rp186,5 juta untuk longsor Kalibening, Banjarnegara, serta Rp100 juta untuk longsor Pandanarum.

PMI Jawa Tengah juga memfasilitasi penggalangan dana untuk bencana di luar daerah, termasuk bencana Aceh–Sumatera Utara dengan total dukungan mencapai Rp2,78 miliar. Ia menambahkan, laporan keuangan PMI Jawa Tengah telah diaudit oleh akuntan publik dan dinyatakan wajar untuk masa kerja tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut, PMI Jawa Tengah turut menyerahkan penghargaan kepada PMI kabupaten/kota serta bantuan peralatan bagi lembaga masyarakat. Kabupaten Cilacap tercatat sebagai penggalang dana terbesar pada Bulan Dana PMI 2025 dengan capaian Rp3,5 miliar, disusul Kota Semarang sebesar Rp3,1 miliar.

Share This Article