Wagub Jateng Tegaskan SMA Negeri Baru di Pati Diprioritaskan untuk Tambakromo dan Jaken

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (9/2/2026), membahas rencana pendirian SMA Negeri di Kabupaten Pati.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa rencana pendirian di diprioritaskan untuk Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, bukan di Kecamatan Margoyoso. Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

Audiensi tersebut digelar sebagai respons atas keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta terkait adanya sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso. Dalam pertemuan itu, perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa Margoyoso saat ini telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad, menyampaikan bahwa di wilayah tersebut telah berdiri sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA. Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap perhatian pemerintah lebih diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan, bukan penambahan lembaga baru. Ia juga menyatakan kesiapan sekolah dan madrasah di Margoyoso untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Taj Yasin menegaskan bahwa sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Margoyoso yang sempat beredar bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak memiliki rencana pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah. Wilayah tersebut berada di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken yang masuk kategori blank spot pendidikan.

Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Pati tidak melanjutkan sosialisasi pendirian SMA Negeri di Margoyoso dan menegaskan bahwa fokus pendirian SMA Negeri baru tetap diarahkan ke Tambakromo dan Jaken. Taj Yasin juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan aspek administrasi terkait rencana yang sempat beredar di masyarakat, termasuk menelusuri apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menyampaikan bahwa berdasarkan basis data yang dimiliki, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan, yakni Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.

Ia menambahkan, sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan hasil audiensi dengan Wakil Gubernur, rencana pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak menjadi prioritas. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan tersebut.

Apabila terdapat surat resmi dari pemerintah kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus perencanaan pendirian SMA Negeri tetap diarahkan pada Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken.

Share This Article