Wagub Jateng Dorong Posyandu Plus Surakarta Jadi Model Tangani Kesehatan Mental Generasi Muda

4 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua TP Posyandu Jateng Nawal Arafah Yasin meninjau layanan konseling kesehatan mental di Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Sabtu (17/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi yang menjadi unggulan Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Inovasi layanan tersebut dinilai relevan menjawab tantangan kesehatan mental di tengah maraknya kasus perundungan dan kekerasan yang melibatkan anak dan remaja.

Apresiasi tersebut disampaikan Taj Yasin saat mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM yang berlokasi di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Sabtu (17/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin meninjau langsung pelaksanaan layanan konseling yang melibatkan psikolog profesional, sekaligus memastikan implementasi enam SPM berjalan optimal.

Taj Yasin menilai langkah Tim Penggerak Posyandu Kota Surakarta menggandeng psikolog dari rumah sakit daerah merupakan terobosan yang tepat. Menurutnya, kesehatan mental kini menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara sistematis oleh pemerintah, khususnya dalam melindungi generasi muda dari tekanan psikologis yang berpotensi memicu tindakan membahayakan diri sendiri.

Ia berharap inovasi layanan Posyandu Plus di Kota Surakarta dapat menjadi model percontohan dan diadopsi oleh kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah. Upaya tersebut, kata dia, sejalan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang juga menyediakan layanan konseling bagi siswa sekolah.

Menurut Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu, pencegahan dan penanganan kesehatan mental harus terus digalakkan agar generasi muda yang menghadapi masalah psikis mendapatkan pendampingan yang tepat. Ia menekankan pentingnya intervensi dini agar kasus-kasus ekstrem, seperti bunuh diri, dapat dicegah sebelum terjadi.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menyampaikan bahwa layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Surakarta sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Isu kesehatan mental, menurutnya, telah menjadi kebutuhan nyata yang harus direspons melalui layanan publik yang mudah diakses dan terintegrasi.

Nawal juga mendorong seluruh Posyandu di Jawa Tengah untuk terus bertransformasi dengan mengimplementasikan enam SPM, yakni bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, ia berharap Posyandu dapat menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini, pojok baca, serta penguatan literasi digital.

Di sisi lain, Ketua TP Posyandu Kota Surakarta Venessa Winastesia mengungkapkan bahwa Posyandu Plus digagas sebagai respons atas meningkatnya kasus bunuh diri di wilayahnya. Kondisi tersebut mendorong pihaknya menggandeng psikolog profesional untuk memberikan layanan konseling bagi masyarakat yang mengalami tekanan mental.

Venessa menjelaskan bahwa sepanjang 2025, sekitar 6.000 warga Surakarta telah mengikuti skrining kesehatan mental. Dari jumlah tersebut, sekitar sembilan persen dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Ke depan, pihaknya berencana memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menekan kasus perundungan dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental di kalangan pelajar.

Melalui penguatan layanan Posyandu Plus, Pemprov Jawa Tengah berharap upaya penanganan kesehatan mental dapat menjangkau lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari sistem pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. (*)

Share This Article