Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah Jaga Harmoni Sosial

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas PW Muhammadiyah Jawa Tengah di ruang kerja Wakil Gubernur, Kota Semarang, Senin (12/1/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peran dakwah berbasis komunitas yang selama ini dijalankan dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas masyarakat di . Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas PW Muhammadiyah Jawa Tengah di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin menilai pendekatan dakwah berbasis komunitas memiliki peran strategis karena tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan sosial yang lebih luas. Menurutnya, dakwah komunitas mampu menjadi jembatan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat yang tidak bisa ditangani hanya melalui pendekatan formal pemerintahan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam menjaga keharmonisan sosial di Jawa Tengah. Taj Yasin menilai keberadaan komunitas yang dibina melalui dakwah menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana masyarakat yang damai dan inklusif.

Audiensi tersebut dipimpin Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PW Muhammadiyah Jawa Tengah, AM Jumai, yang sekaligus melaporkan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional II Lembaga Dakwah Komunitas serta Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah pada 29–31 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Muhammadiyah yang selama ini telah terjalin dengan baik, khususnya di sektor kesehatan dan sosial. Ia mencontohkan persoalan stigma terhadap pasien kusta yang telah sembuh, namun masih kerap mengalami diskriminasi di masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dengan basis massa yang kuat seperti Muhammadiyah dapat berperan sebagai jembatan edukasi dan pendampingan sosial.

Sementara itu, AM Jumai menjelaskan bahwa Lembaga Dakwah Komunitas memiliki fokus khusus pada pendampingan komunitas-komunitas tertentu yang kerap berada di pinggiran sosial. Ia menyebutkan, struktur LDK sejajar dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, namun dengan fokus dakwah yang lebih spesifik dibandingkan Majelis Tabligh.

Ia memaparkan bahwa LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah selama ini aktif melakukan pendampingan di berbagai komunitas, antara lain kawasan Sunan Kuning, komunitas pengemudi ojek daring, hingga pembinaan mantan narapidana terorisme. Selain itu, LDK juga mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan, tidak hanya dalam aspek keimanan, tetapi juga kemandirian ekonomi.

Terkait pelaksanaan Rakornas II, Jumai menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan LDK dari seluruh Indonesia. Meski jumlah peserta mengalami penyesuaian dari rencana awal, pembukaan Rakornas diperkirakan tetap dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan, termasuk pejabat pusat. Ia berharap kehadiran pimpinan daerah Jawa Tengah dapat semakin memperkuat sinergi dakwah komunitas dengan pemerintah.

Share This Article