Wagub Jateng Ajak Alumni Alste Berkontribusi Nyata untuk Kemajuan Daerah

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membuka Rakernas Alste Indonesia di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (18/4/2026), mendorong alumni berkontribusi bagi pembangunan daerah.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendorong para alumni SMA Negeri 3 Semarang yang tergabung dalam Alste Indonesia untuk menyumbangkan pemikiran dan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan pembangunan di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alste Indonesia di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi alumni sebagai kekuatan strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menyebut, keterhubungan antaralumni dapat membuka peluang lebih besar untuk menghadirkan berbagai program pemerintah pusat di Jawa Tengah.

Menurutnya, peran para pemikir dan kalangan terdidik sangat dibutuhkan dalam merumuskan strategi pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui forum Rakernas tersebut, ia berharap lahir gagasan dan program konkret yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Taj Yasin juga mengapresiasi eksistensi Alste Indonesia sebagai organisasi lintas angkatan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia menilai, kemajuan suatu negara tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan dan keterlibatan para alumninya.

Selain itu, ia memberikan apresiasi atas peluncuran aplikasi Go Alste yang menjadi wadah berbagi informasi, kegiatan, serta pengembangan wirausaha antaranggota. Aplikasi tersebut dinilai dapat memperkuat kolaborasi sekaligus membuka peluang ekonomi di kalangan alumni.

Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan sektor perumahan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan, tetapi juga efisiensi. Menurutnya, sentuhan inovasi dari para alumni diharapkan mampu mendorong lahirnya konsep pembangunan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan perkembangan Kota Semarang yang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata, khususnya dengan ikon kawasan Kota Lama. Penataan infrastruktur, seperti sistem kabel bawah tanah, dinilai menjadi salah satu inovasi yang mulai diadopsi oleh daerah lain, termasuk Purwokerto.

Taj Yasin berharap inovasi serupa dapat diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah guna mempercepat pemerataan pembangunan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas alumni, menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Alste Indonesia, Kukrit Suryo Wicaksono, menjelaskan bahwa aplikasi Go Alste dirancang sebagai platform integrasi antaralumni, yang memuat berbagai informasi mulai dari kegiatan hingga potensi usaha yang dimiliki anggota.

Ia menambahkan, Alste Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai organisasi alumni, tetapi juga memiliki sejumlah suborganisasi seperti Alste Institute yang menghimpun akademisi dan pakar, Alste Medika sebagai wadah tenaga medis, serta Alste Akademika yang menaungi para rektor dan profesor alumni.

Menurut Kukrit, seluruh inisiatif tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Kegiatan Rakernas Alste Indonesia juga dihadiri para guru SMA Negeri 3 Semarang dan diramaikan dengan bazar UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Share This Article