Wagub Banten Dorong Ketahanan Pangan Desa Hadapi Dampak Perubahan Iklim

4 Min Read
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri sosialisasi kebijakan ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa di Swiss-Belinn Modern Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (30/6/2026), bersama Kemendes PDT, BRIN, dan The World Bank.

, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong penguatan ketahanan pangan desa sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri sosialisasi kebijakan ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan The World Bank di Swiss-Belinn Modern Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arief Satria, perwakilan The World Bank Jessica Ludwig Maaroof, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta ratusan kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa dari Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mengapresiasi pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang digagas Kemendes PDT bersama berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Kemendes punya program SEHATI, di mana pembangunan desa itu memang harus sama-sama dan juga menginventarisasi potensi yang ada,” ujar Dimyati.

Ia berharap sinergi antara Kemendes, BRIN, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta berbagai pihak lainnya dapat memperkuat pengembangan potensi desa, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Menurutnya, kemajuan desa menjadi fondasi utama bagi kemajuan nasional karena sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat berasal dari desa.

“Kalau desanya tumbuh, hidup, maju, dan mandiri, maka dengan sendirinya akan maju Indonesia ini,” katanya.

Selain itu, Dimyati juga mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk mempercepat pembangunan desa. Ia meminta BRIN bersama kementerian terkait terus mendampingi pemerintah desa melalui pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menjelaskan, Program SEHATI merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga riset, hingga mitra pembangunan internasional. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal, mendorong hilirisasi produk desa, membangun desa berketahanan iklim, hingga membuka peluang lahirnya desa ekspor.

“Program ini akan menyasar desa-desa yang ada di Indonesia, dengan tujuan untuk memastikan ketahanan pangan lokal itu benar-benar kita angkat potensinya,” ujar Yandri.

Ia menambahkan, program tersebut juga mendukung Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, hilirisasi produk desa diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.

Kepala BRIN Arief Satria menegaskan dukungan melalui pengembangan teknologi tepat guna, termasuk teknologi maju seperti genomik dan smart farming, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Perwakilan The World Bank Jessica Ludwig Maaroof juga menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan mitra internasional menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi desa sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes PDT dan BRIN terkait sinergi riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal.

Share This Article