CILACAP, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui verifikasi lapangan calon Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil verifikasi menunjukkan sejumlah lokasi yang diajukan belum memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan bahwa dari lebih dari 300 titik calon SPPG yang terdata, sekitar 100 titik ditemukan tidak sesuai dengan persyaratan. Beberapa lokasi diketahui belum memiliki bangunan, masih berupa rumah tinggal, atau berada di kawasan yang tidak sesuai peruntukannya.
“Kami ingin pelaksanaan MBG di Cilacap tertib dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Ammy, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, langkah penataan dan verifikasi SPPG dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh pasca insiden keracunan yang menimpa lebih dari 100 siswa di wilayah Cilacap Utara pada akhir April 2026. Sejak kejadian tersebut, pemerintah daerah memperketat berbagai persyaratan pendirian dapur MBG, mulai dari kelayakan bangunan, sertifikasi halal, dokumen lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang.
Meski pengawasan diperketat, Ammy menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap akan dilanjutkan di Kabupaten Cilacap. Namun, pelaksanaannya harus dibenahi agar berjalan sesuai dengan standar operasional dan tujuan program.
“Program MBG tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap. Yang perlu dilakukan adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menjelaskan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting serta menyiapkan generasi yang lebih sehat. Oleh karena itu, kualitas makanan, higienitas dapur, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional menjadi aspek yang harus dipenuhi oleh setiap penyelenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Ammy menerima audiensi DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Cilacap, Paguyuban Mitra SPPG, dan Paguyuban Tani Merdeka di Ruang Rapat Wakil Bupati Cilacap. Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno dan Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD APPSI Kabupaten Cilacap, Mustangin Mulyana, menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan Program MBG. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan pedagang pasar, peternak, dan petani.
Mustangin menilai MBG telah menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil. Karena itu, pihaknya berharap program tersebut terus berjalan dengan tata kelola yang semakin baik.
“Kami mendukung penuh program MBG dan berharap pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan,” ujarnya.
Audiensi berlangsung setelah aksi damai yang digelar di Alun-Alun Cilacap dan diikuti ribuan mitra SPPG, pedagang pasar, peternak, serta petani. Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk memastikan tata kelola SPPG berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


