Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan dan Fisioterapi

3 Min Read
Rektor Unwahas Prof Dr Ur Helmy Purwanto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat peluncuran Program Studi Teknik Pertambangan di Hotel PO Semarang, Sabtu (09/05/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi membuka dua program studi baru jenjang strata satu (S1), yakni Teknik Pertambangan dan Fisioterapi. Kedua program studi tersebut telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Rektor Unwahas, Prof Dr Ur Helmy Purwanto, mengatakan Program Studi Teknik Pertambangan berada di bawah Fakultas Teknik, sedangkan Program Studi Fisioterapi menjadi bagian dari Fakultas Keguruan, Olahraga dan Kesehatan.

“Fasilitas perkuliahan, termasuk laboratorium dua prodi ini sudah disiapkan di Kampus II Unwahas yang berlokasi di Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang,” ujar Prof Helmy usai peluncuran Prodi Teknik Pertambangan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel PO Semarang, Sabtu (09/05/2026).

Menurutnya, dengan dibukanya Program Studi Teknik Pertambangan, Unwahas menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Tengah yang membuka program studi tersebut. Ia optimistis prodi baru itu akan diminati lulusan SMA dan sederajat di Jawa Tengah maupun daerah sekitarnya.

Pada tahun pertama penerimaan mahasiswa baru, kuota Program Studi Teknik Pertambangan dibatasi sebanyak 40 mahasiswa. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 26 calon mahasiswa yang mendaftar.

“Kami optimistis hingga penutupan penerimaan mahasiswa baru tahun ini kuota tersebut dapat terpenuhi,” katanya.

Prof Helmy menjelaskan, pembukaan program studi tersebut dilatarbelakangi besarnya potensi sumber daya mineral di Indonesia yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Melalui Program Studi Teknik Pertambangan, Unwahas berharap dapat melahirkan generasi profesional yang mampu mengelola potensi sumber daya alam secara maksimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengapresiasi langkah Unwahas yang memprakarsai pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan. Menurutnya, sektor pertambangan merupakan sektor strategis yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia berkualitas.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari nikel, batubara hingga mineral lainnya. Untuk memaksimalkan potensi itu dibutuhkan SDM yang profesional. Kami berharap Unwahas dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan itu,” ujar Bahlil.

Share This Article