MAGELANG, Reaksi Nasional – Wali Kota Mojokerto, Ita Puspitasari, melakukan terobosan unik dalam prosesi pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan pemerintahannya. Alih-alih menggelar acara di balai kota, ia memboyong jajarannya untuk dilantik di Puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah, tepat di penghujung tahun, Rabu (31/12/2025).
Ita Puspitasari mengungkapkan, pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari refleksi akhir tahun sekaligus upaya menyerap filosofi dan semangat historis Gunung Tidar yang dikenal sebagai “Paku Tanah Jawa”.
“Kami ingin ada historical yang kuat terkait kepemimpinan di Indonesia yang bisa merambah ke wilayah kecil seperti Kota Mojokerto. Gunung Tidar diyakini sebagai tempat yang sakral, paku buminya Pulau Jawa,” ujar Ita.
Ia berharap, energi positif dari lokasi tersebut dapat membawa keberkahan dan kekuatan bagi para pejabat dalam menjalankan amanah, serta agar Kota Mojokerto senantiasa dalam perlindungan Tuhan.
Selain alasan filosofis, Ita mengaku memiliki ikatan emosional tersendiri dengan kawasan tersebut. Pengalaman mengikuti pembekalan (retreat) kepala daerah selama delapan hari di Lembah Tidar pada awal masa jabatannya memberikan perspektif mendalam tentang kepemimpinan.
Penyesuaian SOTK Baru
Terkait waktu pelantikan yang digelar pada hari terakhir tahun 2025, Ita menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelantikan disesuaikan dengan perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru efektif berlaku mulai tahun 2026.
“Sebenarnya hasil asesmen sudah selesai sebulan lalu. Namun atas konsultasi dengan BKN, pelantikan sengaja dilakukan di penghujung tahun karena ada tambahan dinas baru dalam SOTK 2026,” jelasnya.
Total terdapat 69 pejabat dan staf yang terlibat dalam kegiatan ini, menjadikannya pelantikan dengan jumlah peserta terbanyak di lingkungan Pemkot Mojokerto sepanjang tahun 2025.
Apresiasi Tuan Rumah
Kedatangan rombongan Pemkot Mojokerto disambut hangat oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono. Ia mengapresiasi langkah tersebut sebagai sebuah kehormatan bagi Kota Magelang.
Menurut Damar, kawasan Tidar yang berdampingan dengan Akademi Militer (Akmil) memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemimpin berintegritas, termasuk dua Presiden Republik Indonesia.
“Gunung Tidar yang dikenal sebagai ‘Pusere Tanah Jawa’ kini menjadi destinasi pelantikan pejabat. Sudah sepantasnya jika ingin mencetak pemimpin yang berintegritas, semangatnya diambil dari sini,” pungkas Damar.

