Ad image

Tinjau Pakemitan, Wali Kota Bandung Fokus Benahi Banjir dan Infrastruktur Berbasis RW

3 Min Read

, Reaksi Nasional – Wali Kota Bandung, , meninjau langsung kawasan langganan banjir di , Kecamatan Cinambo, Senin (5/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Farhan menginstruksikan perbaikan menyeluruh infrastruktur kewilayahan, mulai dari penanganan banjir hingga sanitasi, melalui pendekatan program berbasis Rukun Warga (RW).

Saat berdialog dengan warga dan pengurus RW 05, Farhan menerima laporan mengenai penyebab utama banjir, yakni penyempitan aliran sungai. Kondisi ini menyebabkan air meluap hingga setinggi betis atau lutut orang dewasa dan merendam permukiman setiap kali hujan deras turun.

Merespons keluhan tersebut, Farhan memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat.

“Ini harus ditangani serius. Saya minta hari ini langsung dilakukan survei di RW 3, RW 4, dan RW 5 untuk melihat kondisi sungai, drainase, dan titik genangan air,” tegas Farhan.

Selain pendangkalan sungai, warga juga mengeluhkan kiriman sampah dari wilayah perbatasan yang memperparah sumbatan aliran air. Farhan meminta jajarannya segera berkoordinasi dengan otoritas wilayah perbatasan agar penanganan sampah dapat dilakukan secara terintegrasi.

Sanitasi dan PJU Jadi Sorotan

Selain masalah banjir, Wali Kota juga menyoroti isu sanitasi di RW 4, di mana ditemukan satu rumah warga yang belum memiliki tangki septik (septic tank) akibat keterbatasan lahan. Ia menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) untuk segera melakukan survei teknis dan memberikan solusi.

“Jangan sampai hanya satu rumah yang belum tertangani. Ini soal kesehatan lingkungan, harus segera dibereskan,” ujarnya.

Farhan juga sempat mengecek fasilitas umum lainnya, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan keluhan pasokan air bersih PDAM yang tidak optimal saat musim kemarau. Ia meminta dinas terkait memastikan layanan dasar tersebut berfungsi dengan baik.

Pemerataan Pembangunan Lewat Laci RW

Farhan menegaskan, hingga akhir 2026, Pemerintah Kota Bandung akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dan kondisi sosial masyarakat hingga tingkat RW melalui program “Laci RW”. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di tengah kota.

“Saya tidak ingin hanya mempercantik pusat kota, sementara warga di wilayah lain belum merasakan perbaikan. Semua RW harus disentuh,” cetusnya.

Di sela kunjungan, Dinas Kesehatan Kota Bandung turut menggelar sosialisasi kewaspadaan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mengimbau warga rutin melakukan gerakan 3M Plus. Pemkot juga menjamin akses layanan kesehatan warga melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Menutup kunjungannya, Farhan berjanji akan kembali turun ke lapangan untuk memantau realisasi perbaikan di Kelurahan Pakemitan.

Share This Article