Tim Amirul Hajj KH Ahmad Dahlan Tiba di Jeddah, Menhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan

4 Min Read
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyapa jemaah kloter KJT 37 - Bekasi di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/05/2026) petang

JEDDAH, ReaksiNasional.com – Rombongan Amirul Hajj gelombang kedua yang dinamakan Tim KH Ahmad Dahlan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) pukul 17.40 WAS.

Kedatangan rombongan dipimpin langsung Amirul Hajj sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat yang tergabung dalam Amirul Hajj Indonesia 2026, di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nurdiana, Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Safira Machrusah, KH Saifuddin Chalim Abdullah, dan Hasyimsyah Nasution.

Setibanya di bandara, rombongan Amirul Hajj langsung menyapa jemaah kloter KJT 37 asal Bekasi yang baru tiba di Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan menjelang fase krusial pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M.

“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan paparan bahwa sudah 93 persen jemaah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan itu.

Menurutnya, salah satu tugas utama Amirul Hajj adalah memastikan seluruh proses ibadah haji jemaah Indonesia berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

“Salah satu tugas Amirul Hajj adalah memastikan semua proses haji para jemaah kita berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan semuanya pulang dengan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Gus Irfan juga mengungkapkan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah wafat tahun ini disebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji sebelumnya.

“Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 05 20 at 14.11.17

Amirul Hajj, sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf bersama tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara, Ahsan Fauzi

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.

Terkait persiapan Armuzna, pemerintah disebut terus melakukan rapat evaluasi setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.

Menurut Gus Irfan, sejumlah aspek penting seperti pergerakan jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi selama Armuzna telah dibahas secara detail dan akan segera difinalisasi.

“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.

“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja keras melayani jemaah di lapangan.

“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua,” ujarnya.

Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, ia mengingatkan jemaah Indonesia untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan yang dapat menguras stamina.

WhatsApp Image 2026 05 20 at 14.14.52

Amirul Hajj, sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf bersama petugas haji Daker Bandara

“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.

Ia juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak menggelar kegiatan city tour sebelum fase Arafah selesai demi menjaga kesehatan jemaah.

“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” pungkasnya. (*)

Share This Article