Terkepung Rob, Warga Bonang Demak Terima Bantuan RTLH dari Pemprov Jateng

4 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan bantuan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga terdampak rob di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis (12/3/2026).

DEMAK, ReaksiNasional.com – Warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Noryatin (58), akhirnya bisa bernapas lega setelah menerima bantuan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi . Bantuan tersebut diberikan di tengah kondisi rumahnya yang selama bertahun-tahun terendam banjir rob.

Untuk memasuki rumah berukuran sekitar 5×12 meter milik Noryatin, seseorang harus merunduk karena jarak antara atap rumah dan permukaan jalan hanya sekitar satu meter. Kondisi tersebut terjadi akibat rumahnya terus diuruk agar tidak terendam air rob yang kerap melanda wilayah pesisir tersebut.

Selama tiga tahun terakhir, Noryatin bersama suami yang kehilangan pekerjaan sejak pandemi COVID-19 serta kedua anaknya harus hidup dalam kepungan air rob yang datang hampir setiap waktu. Agar ruang tamu dan kamar tetap kering, keluarga tersebut terpaksa menyalakan mesin pompa air selama 24 jam tanpa henti.

“Pompa nyala terus 24 jam. Kalau airnya besar, pakai mesin yang lebih besar lagi. Pintu masuk juga saya bendung pakai papan dan tumpukan bata hebel,” ujar Noryatin, Kamis (12/3/2026).

Meski demikian, air tetap merembes melalui sela-sela lantai dan dinding rumah. Kondisi lembap tersebut juga memicu banyaknya nyamuk serta menimbulkan gangguan kesehatan bagi keluarga.

“Nyamuknya banyak, gatal,” katanya.

Harapan bagi keluarga tersebut muncul ketika Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen datang langsung meninjau kondisi rumahnya. Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu memberikan bantuan RTLH senilai Rp20 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki dan meninggikan bangunan rumah agar lebih aman dari genangan rob.

Menerima bantuan tersebut, Noryatin mengaku terharu karena akhirnya memiliki modal untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

“Senang sekali, terharu. Rencananya uang ini untuk beli hebel dan meninggikan rumah. Terima kasih Pak Gus Yasin,” ujarnya.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah darurat untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.

Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membantu proses renovasi rumah tersebut agar pengerjaannya dapat segera diselesaikan.

“Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob,” jelasnya.

Selain bantuan rumah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan rob di wilayah pesisir. Salah satunya melalui rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang direncanakan membentang dari Jepara hingga Kendal.

Menurut Gus Yasin, proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif, sementara pembangunan hybrid sea wall juga mulai disiapkan sebagai tanggul penahan rob di sejumlah wilayah pesisir.

“Saat ini masih dalam tahap pembahasan, semoga bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menumpuk di kawasan terdampak rob dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Jateng mendorong adanya pengadaan alat pemusnah sampah di tingkat lingkungan RT melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Kalau melihat kawasannya, sampah sulit dikumpulkan untuk dibawa keluar. Karena itu perlu ada alat pengolahan atau pembakaran sampah di tingkat RT,” pungkasnya.

Share This Article