Tanah Gerak Ancam Warga Jangli, Wali Kota Semarang Wacanakan Relokasi

2 Min Read

, ReaksiNasional.com – Peristiwa tanah gerak yang terjadi di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Semarang Pramestuti. Pemerintah Kota Semarang mewacanakan relokasi bagi warga terdampak guna mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan jiwa.

Agustina menegaskan bahwa relokasi menjadi opsi penting agar warga dapat hidup lebih tenang tanpa dibayangi ancaman tanah bergerak. Namun demikian, ia mengakui proses relokasi bukan perkara mudah karena terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

“Perencanaan (relokasi). Ya, harus diungsikan. Harus diungsikan. Itu penting banget,” ujar Agustina, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan pendataan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kejadian tanah gerak tersebut berdampak pada 15 kepala keluarga atau sekitar 58 jiwa. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan terancam bahaya, antara lain milik Sunarjo, Sugianto, Sutrimo, Supriyadi, Sri Darningsih, Slamet Riyadi, Supardi, Fitriyanto, Kadar, Agus Suyono, Dimas, Ngatemin, Dadang Suryanto, Saifudin, dan Suratman dengan total penghuni puluhan jiwa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, amblesnya akses jalan dan retaknya dinding rumah warga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp55.750.000. Sejumlah warga memilih mengungsi sementara ke rumah tetangga dan kerabat yang dinilai lebih aman.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama pergerakan tanah. Air hujan yang meresap ke dalam tanah meningkatkan beban dan mengurangi daya ikat antarpartikel tanah sehingga membuat struktur tanah menjadi labil.

“Air hujan meresap ke dalam tanah, membuat tanah menjadi lembek dan mudah longsor,” ujarnya.

Terkait kemungkinan area tersebut berada di sekitar garis sesar, Endro menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman bersama instansi terkait dan tenaga ahli geologi untuk memastikan kondisi geologis wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Semarang saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan terbaik, termasuk opsi relokasi permanen apabila hasil kajian menunjukkan kawasan tersebut tidak lagi aman untuk dihuni.

Share This Article