SULBI Semarang dan Mahasiswa USM Gelar Kampanye Anti Bullying di Bandarharjo

2 Min Read
Anak-anak kelas 4 hingga 6 SD mengikuti kampanye anti bullying bertema “Bullying Bukan Bercanda, Semua Berhak Dihargai” yang digelar Komunitas SULBI Semarang bersama mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi USM di Pos PAUD Ceria Bandarharjo, Semarang Utara, Sabtu (23/5).

, ReaksiNasional.com – Komunitas Sahabat Unik Luar Biasa Inklusi (SULBI) Semarang berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye anti bullying di Pos PAUD Ceria Bandarharjo, Semarang Utara, Sabtu (23/5).

Kegiatan bertema “Bullying Bukan Bercanda, Semua Berhak Dihargai” tersebut digelar sebagai upaya menanamkan kesadaran kepada anak-anak mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh empati.

Sekitar 20 anak kelas 4 hingga 6 SD di wilayah Bandarharjo mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta diajak memahami bahaya perundungan melalui permainan edukatif, diskusi, dan sosialisasi interaktif yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami.

Ketua SULBI, Natasa Maelani A, mengatakan edukasi mengenai anti bullying perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak terbiasa menghargai perbedaan serta menjauhi perilaku yang dapat menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.

“Edukasi kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak memahami pentingnya sikap empati dan saling menghargai tanpa membedakan gender, latar belakang, maupun kondisi pribadi. Panitia turut mengenalkan nilai kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif.

Natasa menuturkan, terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau keluarga, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keterlibatan komunitas, mahasiswa, dan warga dinilai penting untuk mendorong tumbuhnya budaya saling menghormati.

Ia berharap kampanye tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif dan bebas dari tindakan perundungan.

“Lingkungan yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Share This Article