Stok Hewan Kurban di Jateng Surplus, Pengawasan Diperketat Jelang Iduladha

3 Min Read
Petugas memeriksa kesehatan hewan ternak di salah satu pasar hewan di Jawa Tengah menjelang Iduladha 2026 untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi surplus. Dari total populasi ternak sekitar 6,3 juta ekor, sebanyak 593.168 ekor diperkirakan siap memenuhi kebutuhan kurban masyarakat tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 9-10 persen dari total populasi ternak di Jawa Tengah.

“Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Sedangkan untuk kurban sekitar 9-10 persen atau 593.168 ekor. Jadi jelas terpenuhi,” ujar Frans, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung ternak nasional sehingga stok hewan kurban masih sangat mencukupi. Kondisi tersebut juga mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Frans menjelaskan, kebutuhan hewan kurban tahun ini terdiri atas 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Untuk sapi, kambing, dan domba, Jawa Tengah tercatat mengalami surplus stok. Sementara untuk kerbau masih mengalami defisit karena ketersediaannya hanya sekitar 1.204 ekor.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat umum, stok ternak di Jawa Tengah juga dipastikan mampu mendukung program bantuan sapi kurban dari Presiden RI. Program tersebut menyiapkan sapi berbobot minimal satu ton untuk masing-masing kabupaten/kota serta satu ekor tambahan untuk tingkat provinsi dengan total kebutuhan mencapai 36 ekor.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak menjelang Iduladha guna mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah maupun dari luar provinsi.

Pengawasan dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan seperti Kabupaten Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk sekaligus memastikan hewan yang tidak sehat tidak diperjualbelikan.

“Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek,” ungkapnya.

Berdasarkan data Distannak Jateng, tren pemotongan hewan kurban pada periode 2024-2025 mengalami peningkatan pada hampir seluruh jenis ternak. Pemotongan sapi meningkat 8,9 persen, kambing naik 22,3 persen, dan domba melonjak hingga 25,7 persen. Sementara pemotongan kerbau mengalami penurunan sebesar 11,6 persen.

Hingga saat ini, Pemprov Jawa Tengah memastikan belum ditemukan kasus serius terkait kesehatan hewan ternak menjelang Iduladha. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau selektif dalam memilih hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, serta tidak mengeluarkan liur berlebihan. (*)

Share This Article