Sowan Akhir Ramadan, Ahmad Luthfi Terima “Kacamata Amanah” dan Pesan Kepemimpinan dari Ulama

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima simbolis kacamata dari KH Munif Muhammad Zuhri saat sowan di Ponpes Girikusumo, Demak, Jumat (20/3/2026), sebagai pesan kepemimpinan berpihak pada rakyat.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Gubernur Ahmad Luthfi menutup rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah dengan melakukan sowan ke dua ulama sepuh, yakni KH Munif Muhammad Zuhri di Mranggen, Demak, dan KH Fathurrohman Thohir di Kabupaten Semarang, Jumat (20/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menerima pesan penting terkait arah kepemimpinan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Kunjungan pertama dilakukan di Pondok Pesantren Girikusumo, Mranggen, Demak. Dalam suasana hangat, Ahmad Luthfi berdialog dengan KH Munif Muhammad Zuhri atau yang akrab disapa Mbah Munif mengenai kondisi masyarakat dan pembangunan Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, Mbah Munif memberikan hadiah simbolis berupa kacamata hitam yang langsung dipakaikan kepada Luthfi. Hadiah tersebut menjadi simbol kedua setelah sebelumnya pada 2024 ia menerima tongkat berukir dari ulama kharismatik tersebut.

Di balik pemberian itu, tersirat pesan mendalam agar kepemimpinan senantiasa dijalankan dengan senyum, keikhlasan, serta komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pesan tersebut terus menjadi pedoman dalam kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas, seperti layanan dokter spesialis keliling, pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi, hingga pemberdayaan pesantren melalui program Santri Obah.

Dalam dialog tersebut, persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian, khususnya akses jalan Mranggen–Ungaran yang terputus akibat longsor. Menanggapi hal itu, Luthfi memastikan akan segera melakukan pengecekan dan penanganan agar akses masyarakat kembali normal.

Setelah dari Demak, Ahmad Luthfi melanjutkan kunjungan ke kediaman KH Fathurrohman Thohir di kompleks Pondok Pesantren Al-Ittihad, Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang. Diskusi berlangsung santai namun sarat makna, dengan menyoroti berbagai isu, termasuk kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Luthfi mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai, yang dipengaruhi faktor musim tanam dan curah hujan. Meski demikian, ia memastikan pemerintah telah melakukan intervensi agar harga kembali terkendali serta menjamin tidak adanya praktik penimbunan bahan pokok.

Menutup rangkaian sowan, Ahmad Luthfi menilai suasana Lebaran tahun ini terasa lebih kondusif dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari meredanya tensi politik, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang.

Silaturahmi di penghujung Ramadan ini menjadi momentum refleksi bagi kepemimpinan daerah, sekaligus penegasan bahwa kebijakan pembangunan harus senantiasa berpijak pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Share This Article