SMP Kristen Kalam Kudus menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS periode 2025/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Wisma Pojok Indah, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Mengusung tema “Generasi Pemimpin Solid dan Proaktif”, kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam membentuk karakter pemimpin muda yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab.
LDK tahun ini terasa istimewa karena terlaksana melalui kolaborasi bersama SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata gerakan 3B; Berkolaborasi, Berkontribusi, dan Berprestasi SMA Kolese De Britto dalam berbagi praktik baik.
Pelaksanaan LDK ini, didampingi dan dibimbing langsung oleh Christophorus Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M dan Filipus Dimas Darumurti, S.Pd., M.Pd yang merupakan staf pendidik SMA Kolese De Britto serta Evan Nathanael, alumni SMP Kristen Kalam Kudus yang kini melanjutkan studi di SMA ini.
LDK SMP Kalam Kudus (sumber: dokumentasi sekolah)
“Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri”
Selama kegiatan, peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan sejati berakar pada kemampuan memimpin diri sendiri untuk mengolah pikir, rasa, dan kehendak. Melalui dinamika kelompok, diskusi interaktif, dan berbagai simulasi, para pengurus OSIS dilatih keluar dari zona nyaman serta berani bertumbuh dalam kerja sama tim, komunikasi efektif, dan keberanian berbicara di depan umum.
Materi LDK dikemas secara komprehensif dan aplikatif. Sesi public speaking & komunikasi sehat menggunakan pendekatan Jendela Johari untuk membangun keterbukaan dan kesadaran diri. Kegiatan wide game dan latihan baris-berbaris melatih problem solving, disiplin, serta kekompakan. Peserta juga mengikuti pendalaman iman melalui sharing dan refleksi, hingga praktik orasi dan teater mini yang mengasah kreativitas sekaligus keberanian tampil.
Dalam sesi inspiratif, narasumber mengacu pada buku Heroic Leadership karya Chris Lowney yang menekankan empat unsur utama kepemimpinan: kesadaran diri, kecerdikan atau kreativitas, cinta kasih atau kepedulian, serta semangat kepahlawanan. Nilai-nilai ini dipadukan dengan pendekatan SMART (Spiritual, Mission, Academic, Relational, Transformative) yang menjadi fondasi pembinaan karakter di sekolah.
LDK SMP Kalam Kudus (sumber: dokumentasi sekolah)
“Pemimpin adalah Pelayan”
Para peserta diajak menyadari bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk melayani. Seorang pemimpin diharapkan mampu memberi teladan, memprioritaskan kepentingan bersama, serta setia pada visi dan misi organisasi.
Tujuan utama LDK ini adalah membangun karakter mandiri dan terampil, menumbuhkan sikap kooperatif, melatih komunikasi proaktif, serta memperkuat kapasitas organisasi peserta. Melalui proses pembinaan yang menyeluruh, para pengurus OSIS diharapkan menjadi tim yang solid, inspiratif, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMP Kristen Kalam Kudus kembali menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, siap melayani dengan kasih, integritas, dan tanggung jawab bagi sesama serta dunia. (dina)


