Ad image

Sinergi Berantas TBC, Nawal Arafah Yasin dan PPTI Jateng Kejar Target Zero TB 2030

3 Min Read

SEMARANG, reaksinasional.com – Upaya pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di terus digencarkan demi mencapai target eliminasi total pada tahun 2030. Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Tengah secara resmi menggandeng Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, M.S.I, untuk memperkuat barisan dalam memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.

Komitmen sinergi ini terjalin saat Ketua PPTI Jateng, dr. Hartanto, melakukan audiensi dengan istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut di kediamannya, Kompleks BSB City, Kota Semarang, pada Rabu (3/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, dr. Hartanto menjelaskan bahwa PPTI memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah edukasi masif dan peningkatan literasi masyarakat agar lebih “melek” terhadap bahaya TBC.

“Kami melaporkan agenda kerja cabang PPTI se-Jawa Tengah serta kolaborasi dengan dinas dan perguruan tinggi. Harapannya, literasi masyarakat meningkat, mulai dari memahami cara penularan, mengenali gejala, hingga metode pencegahan dan pengobatannya,” ujar Hartanto usai audiensi.

PPTI juga secara khusus meminta kesediaan Nawal Arafah Yasin untuk memperkuat struktur organisasi sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng. Rencananya, proses pelantikan akan dilaksanakan pada Januari 2026 mendatang.

Integrasi dengan Program Pemprov

Menanggapi ajakan tersebut, Hj Nawal Arafah Yasin menyambut positif dan menegaskan dukungan penuhnya. Menurutnya, gerakan PPTI ini sangat selaras dengan program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur , yakni layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) Melesat, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program TB Express.

“Tentunya kami berharap bisa mewujudkan Zero TB pada tahun 2030. Ke depannya, PPTI harus bisa menyusun kegiatan riil dan berkolaborasi luas untuk penanganan TBC ini,” tegas Nawal.

Lebih lanjut, Nawal memaparkan data terkini dari Dinas Kesehatan terkait situasi TBC di wilayahnya. Berdasarkan estimasi, kasus TBC di Jateng pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 107.488 kasus. Hingga 4 November 2025, angka penemuan kasus (case finding) telah mencapai 73.028 kasus atau sekitar 68 persen dari estimasi.

Layanan skrining melalui program Speling dan CKG juga telah menjangkau 5.503.929 orang. Dari jumlah tersebut, dilakukan pemeriksaan dahak Tes Cepat Molekuler (TCM) kepada 94.499 orang dengan hasil 2.605 orang teridentifikasi TB sensitif obat (SO) dan 260 orang TB resisten obat (RO).

Sementara itu, untuk pemeriksaan sputum BTA (Basa Tahan Asam) yang dilakukan pada 94.167 orang, ditemukan 1.405 kasus positif. Sedangkan dari 36.190 orang yang menjalani pemeriksaan TB Klinis, sebanyak 1.981 orang terduga positif TB Klinis. (*)

Share This Article