Bandung, ReaksiNasional.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi penyelenggaraan Shibuya Catwalk International Cat Show yang digelar di Trans Square, Trans Studio Mal Bandung pada 11–12 April 2026. Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar ajang hobi, tetapi juga mencerminkan ikatan batin antara pemilik dan hewan peliharaan.
Menurut Farhan, hubungan antara manusia dan hewan peliharaan memiliki nilai emosional yang kuat dan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek ekonomi. Ia mengaku mengagumi konsep acara yang menghadirkan interaksi positif antara pecinta kucing dan hewan peliharaannya.
Selain itu, ia menilai kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan. Hal tersebut dinilai berkontribusi langsung terhadap kesehatan manusia, terutama dalam menjaga higienitas lingkungan.
Farhan menambahkan bahwa pengembangan hobi di bidang perawatan hewan atau pet care juga memberikan dampak luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Ia menyebut ekosistem pet care mampu membuka peluang usaha sekaligus mempererat hubungan antar komunitas.
Ajang ini menghadirkan kompetisi dan pameran kucing berstandar internasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara. Para peserta menampilkan berbagai ras kucing unggulan dalam konsep catwalk, di mana penilaian dilakukan berdasarkan kondisi fisik, kesehatan, grooming, serta karakter hewan.
Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi bagi komunitas pecinta kucing, breeder, serta pelaku industri pet care untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta atas komitmen mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan. Ia juga menyambut para peserta yang datang ke Kota Bandung dan berharap mereka dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi.
Melalui penyelenggaraan event berskala internasional ini, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat mendorong pertumbuhan ekosistem pet care sekaligus memperkuat posisi kota sebagai destinasi kreatif yang mampu menggelar berbagai kegiatan bertaraf global.


