Sempat Rugi Rp6 Miliar, Kinerja PDAM Grobogan Membaik di Era Myra Heltyani

4 Min Read
Sekda Grobogan Anang Armunanto menyerahkan dokumen dalam prosesi serah terima jabatan di Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma.

, ReaksiNasional.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja mantan Direktur Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma, Myra Heltyani, yang dinilai berhasil memperbaiki kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut setelah sebelumnya mengalami kerugian.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam agenda penyerahan tugas dan tanggung jawab di Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). Anang yang mewakili Bupati Grobogan selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menilai adanya perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga tahun 2021 perusahaan sempat mengalami kerugian kumulatif lebih dari Rp6 miliar. Namun, melalui proses pembenahan manajemen dan kerja keras seluruh jajaran, kondisi keuangan kini mulai menunjukkan tren positif dengan capaian laba.

Menurutnya, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang mencakup penataan internal, peningkatan kinerja pegawai, serta perbaikan sistem manajemen.

Meski demikian, laba yang diperoleh saat ini masih digunakan untuk menutup sisa kerugian masa lalu yang diperkirakan masih mencapai sekitar Rp2 miliar. Ke depan, apabila kondisi keuangan semakin sehat, keuntungan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas layanan, meningkatkan kualitas air, serta memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

Di sisi pelayanan, Anang juga mengakui adanya perbaikan dari segi kontinuitas, kuantitas, dan kualitas air. Namun, sejumlah kendala masih menjadi perhatian, seperti kondisi jaringan perpipaan yang telah lama, ketersediaan sumber air baku yang belum stabil, hingga kualitas air yang pada kondisi tertentu masih keruh.

Selain itu, layanan yang belum optimal selama 24 jam, tekanan air yang belum merata, serta keluhan terkait meter air juga masih perlu dibenahi.

“Plus dan minusnya kita apresiasi. Tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa masih ada keluhan masyarakat yang harus dijawab bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anang juga menjelaskan bahwa tidak diperpanjangnya masa jabatan direktur sebelumnya merupakan bagian dari proses transisi yang sejalan dengan berakhirnya masa jabatan direksi serta hasil evaluasi untuk penguatan kinerja ke depan.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tetap disertai penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan dalam mendorong perubahan positif di tubuh perusahaan.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 1 Tahun 2021, dalam kondisi kekosongan jabatan direksi, pengelolaan perusahaan sementara dijalankan oleh Dewan Pengawas hingga ditetapkannya direktur definitif.

Untuk itu, Heru Dwi Cahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Dewan Pengawas ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma dengan masa tugas paling lama enam bulan atau hingga terpilihnya direktur definitif melalui mekanisme seleksi terbuka.

Anang menegaskan, proses pengisian jabatan direktur akan dilakukan secara transparan dan terbuka agar menghasilkan sosok yang mampu melanjutkan serta memperkuat kinerja perusahaan.

“Tidak ada superman, yang ada super team,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam operasional perusahaan agar tetap menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Myra Heltyani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh jajaran yang telah mendukung proses pembenahan selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyusunan regulasi internal, standar operasional prosedur, hingga penguatan manajemen risiko dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Yang baik dipertahankan, yang kurang diperbaiki,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap, melalui proses transisi ini, perbaikan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga layanan air minum bagi masyarakat semakin merata, berkualitas, dan dapat diandalkan.

Share This Article