Ad image

Semarang Zoo Kejar Target Pendapatan Rp600 Juta di Libur Nataru 2025

3 Min Read

– Manajemen PT Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo) menerapkan strategi berbeda pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pihak pengelola tidak menetapkan target spesifik pada jumlah kunjungan wisatawan, melainkan fokus pada pencapaian nominal pendapatan sebesar Rp600 juta.

Manajer Pemasaran sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Semarang Zoo, , menjelaskan bahwa target pendapatan tersebut merupakan akumulasi dari penjualan tiket masuk, wahana permainan, hingga penjualan produk hasil kerja sama mitra.

“Target bukan jumlah tiket, tapi pendapatan rupiah, yaitu Rp600 juta. Target ini lebih realistis dibandingkan sekadar tiket, mengingat faktor cuaca ekstrem dan lokasi kebun binatang yang berada di perbatasan kota, bukan di tengah kota,” ujar Swandito kepada wartawan di Semarang, Senin (29/12/2025).

Swandito menyebut, angka tersebut merupakan hasil evaluasi manajemen yang telah ditetapkan sejak kepemimpinan direktur sebelumnya, Bimo Wahyu Widodo. Ia menegaskan posisinya saat ini adalah mengawal kebijakan yang sudah berjalan hingga terpilihnya direktur definitif yang baru.

Selain aspek bisnis, Semarang Zoo tetap memprioritaskan fungsi konservasi dan edukasi. Melalui program interaksi satwa, pengunjung diajak memahami cara merawat hewan dengan benar, baik satwa peliharaan maupun satwa liar.

Terkait tingkat kunjungan, Koordinator Marketing Semarang Zoo, drh. Nico Setiawan, mencatat adanya tren positif. Jumlah pengunjung pada libur Nataru kali ini mengalami kenaikan sekitar 2 hingga 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Rata-rata setiap hari bisa sampai 1.000 pengunjung, kecuali hari Jumat kemarin. Kalau Natal tahun lalu, angkanya fluktuatif di kisaran 800 hingga 1.000 pengunjung per hari,” jelas Nico.

Guna menarik minat wisatawan, Semarang Zoo menggelar rangkaian hiburan padat sejak 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Berbagai grup musik dan pertunjukan seni budaya ditampilkan secara bergantian di Panggung Plaza.

Khusus pada Senin (29/12), pengelola menggelar kegiatan sosial inklusif dengan mengundang anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini dikemas sebagai ruang interaksi dan hiburan bagi penyandang disabilitas.

Rangkaian acara akan berlanjut hingga malam pergantian tahun, Rabu (31/12), yang akan dimeriahkan oleh Kaoka Band dan OM Ragista.

Menanggapi kekhawatiran mengenai dampak keramaian terhadap kondisi hewan, Nico memastikan seluruh satwa dalam kondisi aman. Menurutnya, area panggung hiburan terletak jauh dari kandang, dan satwa yang dilibatkan dalam interaksi telah terlatih beradaptasi dengan manusia.

“Satwa di sini sudah terbiasa melihat keramaian, jadi tidak stres. Area acara juga tidak dekat dengan area kandang,” pungkasnya.

Share This Article