SEMARANG, ReaksiNasional.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan pentingnya peran Inspektorat sebagai garda terdepan dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Ia bahkan meminta jajaran Inspektorat berani menegur kepala daerah apabila menemukan indikasi pelanggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Sumarno usai memberikan pengarahan dalam kegiatan Pengawasan Antikorupsi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yang menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat dituntut memiliki kapasitas dan integritas yang lebih tinggi dibanding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Hal ini karena peran strategis mereka dalam mengawasi dan mengoreksi jalannya pemerintahan.
“Integritas jajaran inspektorat itu harus lebih, karena mereka yang mengoreksi dan menjadi contoh bagi OPD lain,” ujar Sumarno.
Ia mengibaratkan Inspektorat sebagai Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam sebuah korporasi yang berada di dalam sistem dan memiliki akses informasi lebih awal. Dengan posisi tersebut, Inspektorat diharapkan mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini sebelum berkembang menjadi kasus hukum.
Sumarno menekankan bahwa setiap indikasi pelanggaran harus segera direspons dan dimitigasi. Ia meminta para inspektur tidak ragu untuk menyampaikan temuan kepada pimpinan daerah sebagai langkah pencegahan.
“Jika ada hal yang tidak sesuai ketentuan, cegah lebih awal agar tidak terjadi tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan yang dihadapi Inspektorat dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, pengawas harus memiliki pemahaman yang lebih mendalam dibanding pihak yang diawasi agar mampu memberikan koreksi yang tepat.
“Tantangannya tidak ringan. Untuk membina dan mengoreksi OPD, Inspektorat harus jauh lebih pintar dan lebih tahu daripada yang diawasi,” imbuhnya.
Selain itu, Sumarno juga menyinggung pentingnya keberanian dalam menjalankan tugas. Ia menilai, meskipun aktivitas pengawasan telah berjalan, masih diperlukan penguatan mental untuk menyampaikan temuan secara tegas, termasuk kepada kepala daerah.
“Segera ingatkan pimpinan jika ada indikasi penyimpangan. Ini soal keberanian,” katanya.
Ia berharap, kehadiran tim KPK dalam kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman dan komitmen antikorupsi di lingkungan Inspektorat, sekaligus menjadikan mereka sebagai teladan bagi instansi lain di pemerintahan daerah.


