Sekda Jateng Dorong Semarang Business Matching 2026 Jadi Pengungkit Pariwisata dan Ekonomi Daerah

4 Min Read
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno membuka Semarang Business Matching 2026 di Hotel MG Setos Semarang, Rabu (24/6/2026), yang mempertemukan pelaku usaha sektor pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi mengapresiasi penyelenggaraan Semarang Business Matching 2026 yang mempertemukan pelaku usaha sektor pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang digelar di Hotel MG Setos Semarang, Rabu (24/6/2026), diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat membuka acara tersebut mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Karena itu, forum yang mempertemukan seller dan buyer industri pariwisata dinilai sangat penting untuk memperluas peluang kerja sama dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.

Menurut Sumarno, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah selama ini banyak ditopang oleh sektor konsumsi. Salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi masyarakat adalah dengan mendatangkan lebih banyak wisatawan dari luar daerah agar berkunjung ke Jawa Tengah.

“Begitu masuk di Jawa Tengah akan nginep, makan, belanja. Tentu saja itu akan menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata telah terbukti menjadi penopang utama perekonomian di sejumlah negara. Sebagai contoh, Dubai yang dahulu dikenal sebagai wilayah gersang kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata internasional. Selain itu, Seychelles, negara kepulauan kecil di Afrika, mampu menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap aktivitas perekonomiannya.

Melihat potensi tersebut, Sumarno menilai pengembangan sektor pariwisata Jawa Tengah perlu dilakukan secara lebih terintegrasi melalui penguatan jaringan kerja sama dan penyusunan paket wisata yang beragam. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki kekayaan destinasi wisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner.

Ia berharap Semarang Business Matching 2026 dapat menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki Jawa Tengah.

“Kami berharap momentum ini, forum ini menjadi bagian kita untuk menjadi pengembangan pariwisata di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Project Director Semarang Business Matching 2026, Sri Astuti, menjelaskan bahwa Semarang menjadi kota keempat penyelenggaraan kegiatan tersebut pada tahun ini. Sebelumnya, acara serupa telah digelar di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Setelah Semarang, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Bali, Makassar, Bangkok, dan Jakarta.

“Semarang ini adalah kota keempat di tahun ini dan jadwal kita di tahun ini itu ada delapan kota,” ujarnya.

Sri Astuti menambahkan, kegiatan tersebut telah berlangsung sejak 2024 dengan nama Info Wisata Table Talk sebelum kemudian berkembang menjadi Semarang Business Matching. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak pelaku industri pariwisata dari 18 kota di Indonesia turut berpartisipasi sebagai seller, yang terdiri atas perwakilan hotel, event organizer, konsultan, hingga pengelola destinasi wisata.

Sementara itu, buyer yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi kawasan Pantura Timur, Pantura Barat, Kota Semarang dan sekitarnya, serta Yogyakarta.

Melalui pertemuan bisnis tersebut, penyelenggara berharap tercipta lebih banyak peluang kerja sama dan transaksi yang mampu mendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional.

“Sesuai dengan kami Happy Selling, Happy Dealing, Happy Travelling. Kami ingin semuanya yang hadir di sini menjalani event ini, mengikuti event ini dengan happy,” kata Sri Astuti.

Share This Article