Sawah 1,5 Hektare Tertimbun Lumpur Banjir, Sekda Jateng Respons Aduan Petani Grobogan

3 Min Read
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno meninjau sawah milik warga yang tertimbun lumpur akibat jebolnya Tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (27/5/2026).

GROBOGAN, ReaksiNasional.com – Dampak jebolnya Tanggul Sungai Tuntang pada Februari lalu di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, masih dirasakan petani setempat. Sejumlah lahan produktif warga hingga kini belum sepenuhnya pulih dan tidak dapat digarap.

Kondisi tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi Sumarno berdialog dengan warga di sela acara Penyerahan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Rabu (27/5/2026).

Salah seorang petani setempat, Sumarsih, memanfaatkan kesempatan itu untuk mengadu langsung kepada Sumarno. Ia mengeluhkan lahan sawah miliknya seluas 1,5 hektare yang kini mangkrak akibat tertimbun material lumpur pascabanjir.

Menurut Sumarsih, endapan lumpur membuat elevasi sawahnya menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan lahan di sekitarnya. Akibatnya, air irigasi tidak dapat mengalir masuk ke area sawah tersebut.

“Saya pengin sawahnya dikeruk saja supaya bisa ditanam lagi,” kata Sumarsih di hadapan Sekda.

Mendengar keluhan itu, Sumarno bersama jajaran terkait langsung melakukan pengecekan ke lokasi sawah milik Sumarsih. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung tingkat keparahan sedimentasi lumpur di lahan tersebut.

“Desa Tinanding kemarin terdampak tanggul jebol, ada sawah warga yang terkena lumpur. Sampai saat ini belum bisa beraktivitas untuk tanam,” ujar Sumarno seusai meninjau lokasi.

Sumarno menegaskan, penanganan lahan tersebut menjadi prioritas karena menyangkut sumber mata pencaharian utama warga. Dari hasil tinjauan lapangan, langkah kedaruratan yang dinilai paling rasional adalah melakukan pengerukan tanah agar ketinggian lahan kembali sejajar dengan sawah di sekitarnya.

“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarno menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding merupakan zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang memiliki tingkat kesuburan tinggi. Selain itu, saluran yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang vital bagi pertanian di Kabupaten Grobogan.

“Kalau dari RTRW pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” tambahnya.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui tim perencanaan berkomitmen segera merumuskan langkah teknis penanganan pascabencana tersebut. Sumarno menyebut koordinasi akan dilakukan lebih lanjut agar sawah warga yang terdampak dapat kembali produktif.

“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Tapi kita dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” pungkas Sumarno.

Share This Article