PEKALONGAN, ReaksiNasional.com – Museum Batik Pekalongan untuk pertama kalinya membuka stand edukasi budaya di posko mudik kawasan Monumen Kota Pekalongan guna menyambut para pemudik Lebaran 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran koleksi batik sekaligus workshop belajar membuat batik tulis bagi pemudik yang singgah.
Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang edukasi budaya di tengah arus mudik. Para pemudik yang berhenti untuk beristirahat dapat melihat berbagai koleksi batik yang ditampilkan layaknya mini museum sekaligus mengikuti workshop membatik secara gratis.
Educator Workshop Museum Batik Pekalongan, Murni, memberikan pendampingan langsung kepada para pemudik yang ingin mencoba membuat batik tulis.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses dasar pembuatan batik tulis, mulai dari pengenalan alat seperti canting, cara membuat motif sederhana, hingga teknik dasar dalam proses membatik.
“Kegiatan ini dirancang singkat dan mudah diikuti agar tetap nyaman bagi para pemudik yang sedang dalam perjalanan,” ujar Murni, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman berbeda bagi para pemudik yang singgah di posko mudik.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga memberikan edukasi dan hiburan. Para pemudik dapat memanfaatkan workshop ini secara gratis sambil mengenal lebih dekat proses pembuatan batik,” katanya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya batik khas Kota Pekalongan kepada masyarakat dari berbagai daerah yang melintas selama musim mudik.
Melalui stand edukasi tersebut, diharapkan para pemudik tidak hanya mendapatkan waktu istirahat yang bermanfaat, tetapi juga memperoleh pengalaman baru serta pengetahuan tentang batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.


