DEMAK, ReaksiNasional.com – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar kegiatan donor darah yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial.
Staf Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Demak, Gustavian Bima, mengungkapkan bahwa kondisi stok darah hingga Rabu (29/4/2026) pukul 12.00 WIB masih tergolong aman. Meski demikian, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendonorkan darah guna menjaga stabilitas ketersediaan, mengingat kebutuhan pasien yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Berdasarkan data yang dihimpun, stok darah golongan B tercatat paling banyak dengan 144 kantong, disusul golongan O sebanyak 66 kantong, golongan A sebanyak 49 kantong, dan golongan AB sebanyak 20 kantong. Sementara itu, stok trombosit dilaporkan masih kosong sehingga memerlukan perhatian khusus.
Gustavian menjelaskan bahwa fluktuasi stok darah sangat dipengaruhi oleh kebutuhan rumah sakit. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
“Kami mengajak masyarakat untuk rutin donor darah agar stok tetap aman dan bisa membantu pasien yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya dalam kondisi sehat, berusia 17 hingga 50 tahun, serta memiliki berat badan minimal 47 kilogram.
Adapun kegiatan donor darah PMI Kabupaten Demak telah dijadwalkan di beberapa lokasi, yakni pada 27 April 2026 di Kecamatan Demak, 28 April 2026 di Kecamatan Bonang dan Polres Demak, 29 April 2026 di RSI NU Demak, 30 April 2026 di Kecamatan Karangawen, serta puncaknya pada 1 Mei 2026 di Stadion Demak dalam rangka peringatan May Day.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Demak berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor darah semakin meningkat sehingga ketersediaan stok darah tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut.


