Rutan Situbondo Tanam Puluhan Ribu Bibit Tembakau untuk Bekal Kemandirian Warga Binaan

3 Min Read
Petugas Rutan Kelas IIB Situbondo bersama warga binaan dan masyarakat menanam bibit tembakau di lahan pertanian Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Rabu (20/5/2026), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat desa.

SITUBONDO, ReaksiNasional.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo mengembangkan program pertanian tembakau sebagai bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan penanaman bibit tembakau tersebut dilaksanakan di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dengan melibatkan petugas rutan, warga binaan, dan masyarakat sekitar.

Program pertanian ini menjadi salah satu upaya Rutan Situbondo dalam memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan. Selain diarahkan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antara warga binaan dan masyarakat desa.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Situbondo menargetkan penanaman sekitar 25 ribu hingga 30 ribu bibit tembakau di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare. Proses penanaman dilakukan secara bertahap agar perawatan tanaman dapat berjalan maksimal hingga memasuki masa panen.

Kepala Rutan Situbondo mengatakan, program pertanian tersebut merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin memberikan pembinaan yang produktif kepada warga binaan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, sektor pertanian dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Situbondo. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan semangat kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong antara warga binaan dengan masyarakat sekitar.

“Kami menargetkan penanaman sekitar 25 ribu hingga 30 ribu bibit tembakau. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab bagi warga binaan,” lanjutnya.

Kegiatan penanaman bibit tembakau tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran warga binaan dalam aktivitas pertanian dinilai mampu menciptakan hubungan yang harmonis sekaligus memperkuat sinergi antara Rutan Situbondo dan masyarakat desa.

Selain mendukung pembinaan warga binaan, program berbasis pertanian ini juga diharapkan dapat membantu ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif. Dengan pengelolaan yang baik, hasil pertanian tembakau diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi berbagai pihak.

Pihak Rutan Situbondo memastikan program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi langkah nyata dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” kata Kepala Rutan Situbondo.

Share This Article