Rudy Susmanto Soroti Tantangan Medsos dalam Komunikasi Publik Pemerintah

3 Min Read
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio usai talkshow komunikasi publik di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu (6/5/2026).

BOGOR, ReaksiNasional.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyoroti tantangan besar media sosial dalam penyampaian informasi publik pemerintah. Menurutnya, berbagai program dan kerja nyata pemerintah yang telah berjalan baik sering kali tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat akibat derasnya arus informasi di media sosial.

“Kita merasa sudah bekerja dengan baik, tetapi ketika dilihat di media sosial, seakan-akan kita belum berbuat apa-apa. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Rudy dalam Talkshow 3 Pilar bertema komunikasi publik bagi aparatur pemerintah di tengah arus misinformasi di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang kuat dan efektif di era digital. Menurutnya, setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

“Kita ini bukan hanya pelayan masyarakat, tetapi juga juru bicara pemerintah. Apa yang kita lakukan harus mampu kita komunikasikan dengan baik,” tegasnya.

Rudy menilai media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, pemerintah harus mampu hadir dengan komunikasi yang jelas, berbasis fakta, dan menyejukkan agar tidak kalah oleh narasi negatif maupun misinformasi.

“Saat narasi sudah terbentuk, apa pun yang kita sampaikan bisa dianggap salah. Maka kita harus hadir dengan komunikasi yang jelas, fakta yang kuat, dan pendekatan yang menyejukkan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi .

“Kami berdiri bersama masyarakat. Tidak mungkin pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik harus terus kita jaga,” ungkap Rudy.

Selain itu, ia mengajak seluruh aparatur dan elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai fondasi menghadapi tantangan di era digital.

“Persatuan adalah kekuatan kita. Jangan sampai perbedaan narasi memecah belah. Mari kita bangun komunikasi yang menyatukan,” pungkasnya.

Senada dengan Rudy, Danrem 061/Suryakancana Thomas Rajunio mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari diskusi bersama para kepala daerah terkait pentingnya peningkatan dukungan aparatur negara dalam mendiseminasikan program pemerintah.

Menurutnya, selama ini banyak program pemerintah berjalan baik di lapangan, namun belum tersampaikan secara maksimal kepada publik.

“Kita sebagai bagian dari aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun ASN, belum maksimal dalam mendukung, khususnya dalam menyebarluaskan program-program pemerintah,” ujarnya.

Thomas menegaskan seluruh aparatur negara memiliki tanggung jawab bersama dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepada masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

“Kita ini bekerja nyata di lapangan, tetapi di media sosial seolah-olah pemerintah berjalan sendiri tanpa dukungan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Deddy Corbuzier sebagai narasumber yang membagikan wawasan mengenai strategi komunikasi publik di era digital. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi referensi bagi aparatur pemerintah dalam menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat.

Share This Article