SALATIGA, ReaksiNasional.com – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menekankan pentingnya kreativitas dan perubahan pola pikir dalam pengelolaan layanan kesehatan di tingkat Puskesmas saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Kepala Puskesmas dan Kader Pengembangan Manusia (KPM) se-Kota Salatiga di Arundaya Resto, Bumi Kayom, Kamis (7/5/2026).
Dalam arahannya, Robby menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya tingginya belanja pegawai yang saat ini mencapai 48 persen. Ia menyebut, Pemerintah Kota Salatiga menargetkan angka tersebut dapat ditekan menjadi 30 persen pada tahun 2027.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut para pemimpin instansi, termasuk Kepala Puskesmas, untuk tidak lagi terpaku pada pola kerja lama yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Ia meminta jajaran pelayanan kesehatan berani menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar program kesehatan tetap berjalan optimal.
“Kita tidak boleh lagi terjebak pada pola pikir lama yang hanya fokus menghabiskan anggaran. Pemimpin instansi, terutama Kepala Puskesmas, harus berani berpikir out of the box. Program harus tetap berjalan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti PKK, organisasi keagamaan, hingga sektor swasta, tanpa selalu bergantung sepenuhnya pada APBD,” tegas Robby.
Selain mendorong efisiensi dan inovasi, Robby juga meminta Dinas Kesehatan Kota Salatiga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan layanan kesehatan. Meski demikian, ia mengingatkan agar orientasi peningkatan pendapatan tidak mengurangi fungsi sosial pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Silakan tingkatkan kreativitas untuk menambah PAD, tetapi jangan sampai fungsi pelayanan dikalahkan oleh fungsi mencari uang. Edukasi kepada masyarakat mengenai tarif kesehatan baru juga harus dilakukan secara hati-hati dan humanis. Semua butuh proses dan kita harus siap menghadapi tantangannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Alhakim, mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan sejumlah potensi baru untuk meningkatkan PAD sektor kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat regulasi melalui penyusunan Peraturan Wali Kota terkait tarif pelayanan kesehatan.
“Kami telah berupaya menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait tarif pelayanan kesehatan. Regulasi ini menjadi dasar untuk menggali potensi yang ada sekaligus memberikan kepastian layanan kepada masyarakat,” kata Prasit.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Pemerintah Kota Salatiga berharap terbangun kesamaan visi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta para Kader Pengembangan Manusia dalam mempercepat penanganan berbagai isu strategis, termasuk pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


