Ribuan Umat Hindu Gelar Upacara Melasti di Pantai Kenjeran Sambut Nyepi 1948 Saka

3 Min Read
Ribuan umat Hindu berjalan kaki membawa pratima menuju Pantai Kenjeran Surabaya untuk melaksanakan Upacara Melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.

, ReaksiNasional.com – Ribuan umat Hindu di Kota Surabaya melaksanakan Upacara Melasti di sisi utara Taman Hiburan Pantai Kenjeran sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Ritual sakral ini dimaknai sebagai proses penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Prosesi Melasti diawali dengan perjalanan umat dari pura menuju pantai sambil mengusung simbol-simbol suci berupa pratima. Iring-iringan tersebut melintasi permukiman warga hingga tiba di bibir pantai, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipuput oleh Ida Pandita.

Upacara ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan kerukunan dan keberagaman masyarakat di Kota Surabaya. Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, yang mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Melasti memiliki makna mendalam sebagai sarana penyucian diri, baik secara lahir maupun batin.

“Melalui upacara ini, umat Hindu memohon penyucian diri dan alam semesta. Harapannya, kita semua dapat memasuki Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta semangat kebersamaan yang semakin kuat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, ritual tersebut juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan, baik dalam hubungan antarsesama manusia, dengan alam, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, sebagai kota besar dengan keberagaman latar belakang masyarakat, Surabaya terus berkomitmen menjaga nilai toleransi dan persatuan. Hal tersebut menjadi kekuatan utama dalam merawat keharmonisan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan.

Tundjung juga berharap perayaan Nyepi dapat semakin memperkuat kerukunan serta mendorong kontribusi umat Hindu dalam pembangunan kota. “Semoga umat Hindu di Surabaya semakin kokoh dalam menjalankan dharma, semakin rukun dalam kehidupan bermasyarakat, serta semakin berkontribusi dalam membangun Kota Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas dukungan terhadap pelaksanaan upacara tersebut. Ia menilai dukungan tersebut memungkinkan umat Hindu menjalankan rangkaian ibadah menjelang Nyepi dengan khidmat.

Setelah rangkaian doa di pantai selesai, umat Hindu kembali beriring-iringan menuju pura. Prosesi tersebut sekaligus menjadi simbol penyebaran energi kesucian bagi lingkungan yang dilalui.

Share This Article