Ribuan Pelari Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Sekda Jateng Dorong Sport Tourism Dieng

5 Min Read
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno bersama peserta Dieng Caldera Race 2026 di Tambi Tea Resort, Wonosobo, Minggu (21/6/2026), dalam ajang trail run yang mendorong pengembangan sport tourism dan ekonomi daerah.

WONOSOBO, ReaksiNasional.com – Ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara mengikuti Dieng Caldera Race 2026 yang digelar di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Minggu (21/6/2026). Ajang trail run tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

Suhu dingin sekitar 14 derajatong Sport Tourism Dieng

KETERANGAN FOTO: Sekretaris Daerah Celsius dan gelapnya langit sebelum fajar tidak menyurutkan semangat peserta. Tepat pukul 03.30 WIB, pelari kategori 25K dilepas dari Tambi Tea Resort, Wonosobo, untuk menaklukkan jalur pegunungan dengan tantangan elevasi mencapai lebih dari 2.330 meter.

Mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, penyelenggaraan Dieng Caldera Race 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Dieng kepada masyarakat luas, termasuk peserta dari luar daerah dan luar negeri.

“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” ujar Sumarno.

Menurut Sumarno, kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak pada penyelenggaraan perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Para peserta dan pendamping diharapkan turut menikmati destinasi wisata, menggunakan jasa penginapan, membeli produk lokal, serta mencicipi kuliner khas daerah.

“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” katanya.

Sumarno juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus menghadirkan Dieng Caldera Race dengan konsep dan tantangan berbeda setiap tahun. Menurutnya, perubahan rute pada tahun ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta karena melewati kawasan Gunung Sindoro.

“Rutenya berbeda dengan tahun lalu. Hari ini kita naik sampai puncak Sindoro. Cukup menantang, naiknya berat, turunnya lebih berat lagi,” tutur Sumarno yang berhasil menyelesaikan kategori 25K dengan catatan waktu 9 jam 25 menit.

Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra, mengatakan perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama pada penyelenggaraan tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.

“Untuk kategori 25K tahun ini 100 persen berubah. Kita naik Sindoro. Ini yang menjadi daya tarik DCR 2026, karena peserta terbanyak tahun ini ada di kategori 25K,” jelasnya.

Ade menyebut, secara keseluruhan Dieng Caldera Race 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta. Jumlah peserta asing juga meningkat signifikan, dari sekitar 44 orang pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 150 orang pada tahun ini.

Menurutnya, tingginya minat peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan event.

“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 kilometer dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” ungkap Ade.

Selain tantangan lintasan, keindahan lanskap Dieng menjadi salah satu daya tarik utama ajang tersebut. Para peserta disuguhkan pemandangan kawasan perkebunan, pegunungan, hingga sejumlah destinasi wisata seperti Candi Arjuna dan kawasan Telaga Menjer.

Salah satu peserta kategori 25K asal Madiun, Jawa Timur, Nadia, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Dieng Caldera Race tahun ini. Menurutnya, rute menuju Gunung Sindoro memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ajang sebelumnya.

“Ini mantap. Water station lengkap, keren. Yang kali ini karena sampai puncak Sindoro, elevasinya jos banget,” ujarnya.

Sementara itu, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menilai Dieng Caldera Race memiliki karakter berbeda dibandingkan event trail run lainnya. Ia menyebut lokasi penyelenggaraan dan suasana Dieng menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.

“Ini salah satu acara trail yang mewah. Venue-nya di resort, suasananya juga luar biasa. Dieng dengan suhunya yang dingin membuat pengalaman lari di sini semakin menarik,” katanya.

Dieng Caldera Race 2026 digelar selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, dengan menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni 10K, 25K, 45K, dan 85K. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di Tambi Tea Resort sebagai lokasi utama atau race central sekaligus titik aktivitas peserta selama event berlangsung.

Share This Article