Ad image

Revitalisasi Desa Lewat Tanaman TOGA, KKN UIN Walisongo Hidupkan Semangat Gotong Royong di Salamsari

3 Min Read

KENDAL, ReaksiNasional.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 17 melaksanakan kegiatan revitalisasi desa melalui kerja bakti dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di , Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat desa sekaligus mendukung visi Desa Salamsari untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Sejak pagi, mahasiswa bersama warga tampak bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar pemukiman. Mereka membagi tugas secara teratur, mulai dari mengarit rumput, membersihkan selokan, hingga menyiapkan lahan untuk penanaman tanaman obat. Meskipun sempat terkendala oleh keterbatasan alat seperti cangkul dan sabit, semangat warga tidak surut. Banyak di antara mereka yang dengan sukarela meminjamkan peralatan dan membantu mencari perlengkapan tambahan agar kegiatan berjalan lancar.

Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Warga dan mahasiswa saling berinteraksi dengan penuh semangat, bahkan ibu-ibu desa turut menyiapkan makanan dan minuman untuk para peserta kerja bakti. Kebersamaan yang terjalin menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat, seolah mempertegas bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat pedesaan.

Koordinator Posko 17, Ahmad Sirojudin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan antusiasme warga. “Alhamdulillah, kali ini kami dan warga bisa bergotong royong membersihkan semak untuk ditanami TOGA. Saat istirahat pun kami bisa bercengkrama hangat sambil menikmati hidangan dari ibu-ibu desa. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar di kemudian hari,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk para anggota PKK Desa Salamsari yang ikut aktif membantu. Salah satu warga, Sri Astuti, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut. “Terima kasih kepada tim KKN yang sudah ikut kerja bakti. Semoga penanaman TOGA ini bermanfaat, khususnya bagi ibu-ibu PKK dan warga Dusun Salam,” ujarnya.

Mahasiswa KKN bersama warga berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan hasil yang nyata. Area yang sebelumnya dipenuhi semak kini tampak lebih bersih dan asri, siap menjadi lokasi penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, serai, dan temulawak. Selain memperindah lingkungan, tanaman-tanaman tersebut juga diharapkan menjadi sumber pengobatan alami bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Salamsari dapat lebih mengenal manfaat TOGA sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Tanaman obat keluarga tidak hanya berfungsi mempercantik pekarangan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga kesehatan tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan positif. Kolaborasi semacam ini memperlihatkan bagaimana nilai gotong royong, edukasi kesehatan, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk kemajuan desa. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Desa Salamsari menunjukkan contoh bagaimana revitalisasi lingkungan bisa menjadi awal dari peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Share This Article