Respons Keluhan Warga, Pemkot Bandung Perkuat Penanganan Sampah dari Hulu ke Hilir

2 Min Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau lokasi pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya peningkatan penanganan sampah di Kota Bandung.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengintensifkan penanganan sampah sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait persoalan lingkungan tersebut.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyampaikan bahwa berbagai program strategis telah dijalankan secara terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan sampah organik hingga penguatan budaya kebersihan di tingkat masyarakat.

Salah satu program unggulan yang menjadi andalan adalah Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah). Sejak diluncurkan pada akhir Januari 2026, program ini menunjukkan capaian signifikan dengan volume pengolahan sampah yang melampaui target harian.

Darto mengungkapkan, target awal pengolahan sampah sebesar 40 ton per hari kini telah terlampaui, dengan capaian terbaru mencapai 62 ton per hari. Rata-rata pengolahan harian berkisar antara 45 hingga 62 ton, yang dinilai sebagai indikator mulai efektifnya pengelolaan sampah organik di Kota Bandung.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menggalakkan program Sasapu yang dilaksanakan setiap Minggu subuh. Program ini menyasar berbagai titik strategis di kota sebagai langkah preventif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Upaya lain yang terus diperkuat adalah pembangunan kompos pit atau lubang kompos di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.473 unit kompos pit telah tersedia dengan potensi menyerap hingga 60 ton sampah organik per hari.

Meski demikian, Darto mengakui bahwa persoalan sampah di Kota Bandung belum sepenuhnya terselesaikan. Tantangan ke depan semakin besar dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada 1 Agustus 2026.

Saat ini, volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti masih berada di kisaran 1.100 ton per hari, meskipun pengiriman tidak dilakukan setiap hari. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar tidak menimbulkan persoalan baru setelah penutupan TPA tersebut.

DLH Kota Bandung berkomitmen untuk terus menekan volume sampah yang dibuang ke TPA dengan memperkuat pengolahan di tingkat sumber serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah.

Darto menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat.

Share This Article