Respons Aduan Warga Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau kondisi Sungai Sengkarang di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang menyebabkan banjir berkepanjangan.

PEKALONGAN, ReaksiNasional.com – Aduan warga terkait banjir berkepanjangan yang melanda Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, langsung direspons cepat oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Setelah menerima laporan dari warga, turun langsung ke lokasi terdampak dan memastikan pengerahan alat berat untuk penanganan darurat berupa peninggian tanggul dan normalisasi sungai.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengungkapkan laporan awal diterima saat dirinya berada di Pekalongan untuk menghadiri agenda lain. Seorang warga kemudian menghubunginya dan mempertemukan komunikasi dengan empat kepala desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan Pacar. Dari laporan tersebut diketahui banjir telah menggenangi wilayah itu selama sekitar 17 hari.

Menurut Gus Yasin, kebutuhan utama warga sebenarnya relatif sederhana, yakni kehadiran alat berat untuk meninggikan tanggul sungai. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari normalisasi sungai sekaligus penguatan tanggul agar luapan air tidak terus berulang saat hujan turun.

Ia menyampaikan hal tersebut usai meninjau langsung di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, pada Minggu (1/2/2026). Gus Yasin menegaskan, pengerahan alat berat akan segera dilakukan untuk menekan risiko banjir susulan.

Selain itu, ia mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai memahami bahwa salah satu penyebab banjir berasal dari aktivitas di bantaran sungai. Pemanfaatan bantaran secara tidak terkendali menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai, sehingga air mudah melimpas saat debit meningkat.

Salah satu warga Desa Tegaldowo, Harmonis, mengungkapkan inisiatif mengadu langsung kepada Wakil Gubernur muncul karena mengetahui Gus Yasin sedang berkunjung ke Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an, Jetak Kidul, Wonopringo. Ia menyebut panggilan pertama tidak terangkat, namun Gus Yasin segera menghubungi kembali dan menindaklanjuti laporan warga.

Harmonis menuturkan, kondisi tanggul sungai sebenarnya sudah lama membutuhkan peninggian, namun belum tertangani secara optimal. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu penyebab lambannya penanganan.

Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menyampaikan bahwa banjir telah melumpuhkan aktivitas warga. Akses keluar-masuk desa terputus dan hanya bisa dilalui menggunakan perahu. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai sekitar 90 sentimeter.

Budi berharap Sungai Sengkarang segera dinormalisasi karena menjadi salah satu sumber utama luapan air yang menggenangi permukiman warga.

Sementara itu, relawan setempat Muhammad Nizar menjelaskan banjir dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari hujan lokal, kiriman debit air besar dari wilayah selatan, hingga limpasan Sungai Sengkarang. Kondisi rob di wilayah pesisir turut memperparah keadaan karena menghambat aliran air menuju laut.

Ia menambahkan, meskipun pompa banjir telah dioperasikan secara maksimal, kapasitasnya belum mampu mengimbangi besarnya volume air yang masuk ke wilayah permukiman. Saat ini relawan bersama warga telah membentuk posko banjir dan memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak, sementara warga lainnya bertahan untuk menjaga rumah masing-masing.

Share This Article