SEMARANG, ReaksiNasional.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, berpesan agar gedung baru Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi NU, tetapi juga terbuka dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Semarang. Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya seusai meresmikan gedung PCNU yang berlokasi di Jalan Puspogiwang I/47, Semarang Barat, Sabtu (24/1/2026).
Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan solid PCNU Kota Semarang yang mampu mewujudkan pembangunan gedung perkantoran hanya dalam waktu satu tahun. Ia juga mengapresiasi keberhasilan PCNU memperoleh tambahan sebidang tanah yang terletak di sisi timur gedung, yang dinilai strategis untuk pengembangan organisasi ke depan.
Menurut Gus Yahya, pembangunan gedung PCNU bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan menjadi simbol kesungguhan Nahdlatul Ulama dalam menata organisasi agar semakin siap menjawab tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya fungsi sosial gedung tersebut agar tidak menjadi ruang eksklusif, tetapi terbuka dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia berharap gedung baru PCNU Kota Semarang dapat difungsikan sebagai pusat aktivitas keumatan, kebudayaan, pendidikan, serta ruang dialog sosial yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, keberadaan gedung tersebut diharapkan memberi manfaat nyata tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga seluruh warga Kota Semarang.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang, Anasom, mengungkapkan bahwa proses pembangunan gedung yang dilakukan secara swakelola dan pembebasan lahan menjadi tantangan tersendiri. Ia mengakui, sepanjang proses tersebut PCNU Kota Semarang merasakan beban yang cukup berat, terutama ketika muncul tawaran pembelian lahan di sisi timur gedung.
Anasom menjelaskan, gedung tersebut dirancang dengan fungsi yang lebih luas agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat. Aula di lantai dua, misalnya, tidak hanya digunakan untuk kegiatan NU, tetapi juga terbuka bagi warga yang membutuhkan tempat untuk kegiatan sosial, termasuk resepsi pernikahan. Apabila kapasitas belum mencukupi, penggunaan ruang lantai satu juga dimungkinkan.
Peresmian gedung PCNU Kota Semarang diawali dengan tradisi ngeslupi dan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU. Meski waktu kunjungan Gus Yahya terbatas karena agenda lanjutan ke Pekalongan, kehadirannya dinilai menjadi kehormatan dan penyemangat tersendiri bagi pengurus PCNU Kota Semarang.
Anasom juga berharap seluruh unit pertokoan yang terdapat di dalam gedung dapat segera terisi untuk menunjang aktivitas organisasi NU beserta lembaga dan badan otonomnya. Ia menambahkan, meskipun peresmian baru dilakukan saat ini, gedung tersebut sejatinya sudah digunakan untuk berbagai kegiatan sejak sebelum diresmikan.
Dengan diresmikannya gedung baru ini, PCNU Kota Semarang berharap dapat memperkuat peran sebagai pusat koordinasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta pusat pelayanan umat. Gedung tersebut diharapkan menjadi rumah besar kebersamaan yang menandai langkah PCNU Kota Semarang memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama dengan semangat pembaruan, keterbukaan, dan pengabdian kepada masyarakat luas.


