BOGOR, ReaksiNasional.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya M. Arya Saputra (16), remaja yang menjadi korban hanyut di Sungai Cileungsi, Kampung Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam takziah yang dilakukan di rumah duka, Rudy Susmanto menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga korban serta memberikan doa dan penguatan agar diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Innalillahi wainailaihi raji’un. Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan,” ujarnya.
Kehadiran Bupati Bogor tersebut menjadi bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat, sekaligus memastikan negara hadir di tengah warga yang sedang berduka.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR, relawan, serta unsur terkait yang telah melakukan upaya maksimal dalam proses pencarian korban.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR, relawan, dan pihak terkait atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga menjadi amal kebaikan,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya tengah bermain di Sungai Cileungsi. Namun, tanpa disadari korban terbawa arus saat berada di bagian tengah sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa korban diduga terseret arus saat mandi di sungai bersama keluarga.
“Korban terbawa arus saat berada di tengah sungai dan tidak sempat tertolong,” ujarnya.
Setelah menerima laporan warga, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menggunakan peralatan selam dan perahu karet. Proses evakuasi berlangsung selama sekitar lima jam hingga korban berhasil ditemukan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tujuh meter dari titik awal dilaporkan hilang. Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke rumah duka, dan operasi SAR resmi dinyatakan ditutup.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di aliran sungai, terutama pada kondisi arus yang tidak stabil.


