SEMARANG, ReaksiNasional.com – Universitas Wahid Hasyim Semarang menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.
Rektor Unwahas Helmy Purwanto mengatakan, gelar akademik yang diraih para wisudawan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.
“Karena itu lulusan Unwahas harus mampu menjadi oase di tengah masyarakat. Tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memegang teguh nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada upacara wisuda ke-45 Unwahas di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026).
Menurut Helmy, wisuda ke-45 tersebut menjadi bentuk manifestasi akuntabilitas publik sekaligus bukti konsistensi Unwahas dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.
Ia juga mendorong para lulusan untuk melek digital dan mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan karakter kebangsaan.
Selain itu, para wisudawan diingatkan untuk terus menjaga hubungan baik dengan almamater melalui jaringan alumni.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unwahas Nur Cholid melaporkan, hingga wisuda ke-45, Unwahas telah meluluskan sebanyak 28.576 alumni dari berbagai jenjang pendidikan.
Jumlah tersebut terdiri atas 18.399 sarjana, 1.991 magister, 28 doktor, 1.759 profesi apoteker, 163 profesi dokter, 4.757 profesi guru keagamaan, 1.006 diploma D2 dan D3, serta 473 lulusan Program Akta IV.
“Saat ini mereka telah bekerja atau berprofesi di berbagai bidang seperti guru, dosen, PNS, apoteker, dokter, pengusaha, pengacara, politisi dan lainnya,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih predikat unggul dan memperluas jejaring internasional, Unwahas juga terus memperkuat relasi global melalui peningkatan jumlah mahasiswa asing.
Mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Unwahas berasal dari Thailand, Kamboja, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, Sri Lanka, dan Ghana. Pada wisuda ke-45 kali ini, dua mahasiswa asing turut diwisuda, yakni Rubab Zahra asal Pakistan dan Jamila Asef asal Afghanistan.
Selain memperkuat internasionalisasi, Unwahas juga membuka dua program studi baru, yakni Program Studi S1 Teknik Pertambangan dan Program Studi S1 Fisioterapi sebagai respons terhadap kebutuhan pembangunan nasional.
“Kehadiran kedua program studi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam sektor strategis, khususnya di bidang energi, sumber daya alam, serta pelayanan kesehatan masyarakat,” tuturnya.


