Rayakan Idulfitri Sederhana, Ahmad Luthfi Berbagi dengan Anak Panti dan Difabel

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berinteraksi dengan anak panti asuhan dan komunitas difabel saat perayaan Idulfitri di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (21/3/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan cara berbeda dari tradisi umum. Alih-alih menggelar open house, ia memilih berbagi kebahagiaan bersama anak panti asuhan dan komunitas difabel di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026).

Dalam suasana sederhana dan penuh kehangatan, kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri anak-anak panti serta penyandang disabilitas tanpa seremoni berlebihan. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa esensi Idulfitri bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Tidak ada open house. Kita isi dengan penyantunan bersama OPD agar semua merasakan kebahagiaan yang sama. Santunan ini untuk difabel, dhuafa, dan anak yatim,” ujarnya di sela kegiatan.

Selama acara berlangsung, Ahmad Luthfi tampak berinteraksi langsung dengan para tamu undangan. Ia bahkan terlihat menggendong anak-anak panti, menciptakan suasana akrab yang mencerminkan kedekatan emosional dengan masyarakat.

Didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah, Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

“Anak-anak panti dan komunitas disabilitas kita undang karena semua manusia dilahirkan sama di hadapan Allah SWT,” katanya.

Kepala Panti Pelayanan Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, momen ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak panti yang jarang memiliki kesempatan untuk beraktivitas di luar.

“Anak-anak sangat senang. Ini momen yang ditunggu karena jarang sekali mereka bisa keluar bersama. Mereka sangat antusias sejak dijemput pagi tadi,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah. Ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi kepada komunitas difabel.

“Ini pertama kalinya kami diundang merayakan Lebaran bersama Gubernur di Wisma Perdamaian. Kami merasa sangat dihargai,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Baznas dan MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji, jajaran direksi Bank Jateng, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Izwar Aminuddin.

Melalui perayaan sederhana ini, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa makna Idulfitri sejatinya terletak pada kepedulian sosial dan kebersamaan, bukan pada kemewahan seremoni.

Share This Article