Rais Aam dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Peresmian Gedung PCNU Kota Semarang

3 Min Read
Ketua Panitia Ngeslupi dan Peresmian Gedung PCNU Kota Semarang KH. Iman Fadhilah saat memimpin rapat dan gladi persiapan peresmian. Tampak Gedung PCNU Kota Semarang yang telah selesai dibangun ulang.

SEMARANG – Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf, dijadwalkan menghadiri peresmian Gedung PCNU Kota Semarang yang akan digelar pada Sabtu (24/1/2026). Sejumlah pengurus harian PWNU Jawa Tengah juga dipastikan turut hadir dalam agenda tersebut.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom mengatakan, kedua pimpinan PBNU telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dan meresmikan gedung baru tersebut.

“Alhamdulillah, beliau berdua sudah kami komunikasi dan menyatakan bakal rawuh,” ujar Anasom dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, gedung PCNU Kota Semarang sebenarnya sudah mulai digunakan sejak peringatan Hari Santri Nasional 2025. Namun peresmian sengaja dijadwalkan bersamaan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama.

“Pada Hari Santri kemarin masih dalam proses finishing, sehingga peresmiannya kami laksanakan berbarengan dengan Harlah NU,” jelasnya.

Secara teknis, peresmian gedung akan dilakukan oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Selain itu, PCNU Kota Semarang juga mengundang para sesepuh NU untuk turut hadir dan mendoakan agar gedung baru tersebut membawa kemanfaatan yang lebih luas.

“Kami berharap gedung ini menjadi pusat gerakan NU yang lebih memasyarakat,” tuturnya.

gedung nu kota semarang terbaru
Gedung PCNU Kota Semarang yang selesai dibangun ulang

Ketua Panitia Peresmian Gedung PCNU Kota Semarang KH Iman Fadhilah menambahkan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan tradisi Jawa slup-slupan atau ngeslupi sebagai bentuk tasyakuran.

“Tradisi ngeslupi dilaksanakan dengan khataman Al-Qur’an, istighotsah, dan tumpengan sebagaimana tradisi masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Setelah itu, peresmian gedung akan digelar pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri para sesepuh, tokoh, serta aktivis NU dari Kota Semarang dan Jawa Tengah, termasuk tokoh lintas organisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Ulang Gedung PCNU Kota Semarang Farid Zamroni mengungkapkan, dana hibah sebesar Rp10 miliar yang diterima PCNU hanya diperuntukkan bagi pekerjaan fisik. Oleh sebab itu, proses pembongkaran gedung lama dua lantai dibiayai secara mandiri oleh PCNU.

“Pembongkaran gedung lama kami kerjakan sekitar Februari sampai Maret 2025 menggunakan dana PCNU,” ungkapnya.

Ia mengakui, sejumlah tokoh NU turut berkontribusi dalam bentuk bantuan fisik, seperti lift, keramik lantai empat, railing tangga, interior aula dan ruang kantor, hingga penataan taman dan gapura.

Dalam proses pembangunan, kendala sempat terjadi pada tahap pengerjaan fondasi dan basement akibat tingginya intensitas hujan pada April hingga Mei 2025. Basement sempat terendam air selama tiga hari, namun pekerjaan tetap dapat diselesaikan sesuai target.

“Alhamdulillah setelah itu bisa kami kebut,” katanya.

Farid menegaskan, pembangunan gedung dilakukan secara swakelola tanpa melibatkan perusahaan kontraktor.

“Kami membentuk tim pembangunan dari kader NU yang memang punya kompetensi di bidang konstruksi. Timnya ramping dan efisien karena dana hibah hanya boleh digunakan untuk pekerjaan fisik dan supervisi,” pungkasnya. (*)

Share This Article