PW GP Ansor Jateng Gaungkan Gerakan Indonesia Asri Lewat Penanaman Alpukat di Lereng Merapi

4 Min Read
PW GP Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY dan Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf menanam bibit alpukat di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Sabtu (7/2/2026), sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri.

, ReaksiNasional.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY menggandeng Badan Pengaturan BUMN menggelar kegiatan penanaman pohon alpukat di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan lereng Gunung Merapi sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong dan perekonomian masyarakat desa.

Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa penanaman bibit alpukat memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga keseimbangan lingkungan hingga memberikan nilai ekonomi bagi warga. Menurutnya, alpukat dipilih karena memiliki perakaran kuat, tajuk yang rimbun, serta potensi hasil yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi semangat , program nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo dengan tagline Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Aminuddin menilai menjaga alam bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari ibadah sosial dan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Dalam kesempatan itu, ia mengaitkan gerakan penanaman pohon dengan nilai dasar kader Ansor, yakni hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam, sebagai wujud tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah. Ia juga menekankan bahwa meningkatnya bencana banjir di berbagai daerah menjadi pengingat pentingnya gerakan kolektif untuk memulihkan ekosistem.

Aminuddin mengajak GP Ansor untuk berada di garda terdepan dalam perubahan, agar daerah-daerah di Indonesia tidak dikenal karena persoalan sampah dan kekumuhan, melainkan karena kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah–DIY Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan bahwa alpukat dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan kerap disebut sebagai “pohon harapan”. Selain menghasilkan oksigen, alpukat juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa.

Ia menyebutkan bahwa PLN telah menyalurkan masing-masing sekitar 400 bibit alpukat di Boyolali dan Kudus, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. PLN, lanjutnya, tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga membawa pendekatan keberlanjutan melalui modernisasi pertanian, pemanfaatan pompa sawah berbasis listrik, serta upaya meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Dr. Shidqon Prabowo menilai kolaborasi tersebut menjadi pintu besar menuju pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara merata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa Ansor hadir sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat yang siap bersinergi dengan BUMN dan BUMD, tidak hanya melalui penyaluran bibit alpukat, tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyebut wilayah Tamansari sebagai tanah anugerah dengan potensi pertanian yang besar, mulai dari kopi, alpukat, hingga berbagai jenis sayuran. Namun demikian, ia juga mengakui masih adanya tantangan berupa keterbatasan air bersih dan gangguan hama kera ekor panjang yang kerap merusak lahan pertanian warga.

Ia berharap program tanggung jawab sosial BUMN ke depan juga dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih. Pemerintah Kabupaten Boyolali, lanjutnya, juga tengah berupaya mengembalikan kejayaan kopi Boyolali yang dahulu dikenal luas dari lereng Merapi.

Share This Article