Ad imageAd image

Proses Jadi Taman Nasional, Ahmad Luthfi Haramkan Aktivitas Tambang di Gunung Slamet

2 Min Read

, reaksinasional.com – Gubernur Tengah, Ahmad Luthfi, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kelestarian lingkungan di salah satu atap tertinggi Jawa Tengah. Ia memastikan bahwa kawasan tertutup bagi segala bentuk aktivitas pertambangan karena kawasan tersebut tengah dalam proses penetapan status sebagai Taman Nasional.

Penegasan ini disampaikan Ahmad Luthfi saat merespons kegelisahan seorang mahasiswa dalam acara “Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah” yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Sabtu (6/12/2025).

Dalam sesi dialog tersebut, Dikri Mulia, seorang mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang, melontarkan kekhawatirannya terkait isu penambangan pasir di lereng Gunung Slamet. Dikri cemas aktivitas eksploitasi alam tersebut dapat memicu bencana banjir bandang dan longsor, berkaca pada tragedi alam yang baru saja menelan korban jiwa di wilayah Sumatera.

“Melihat adanya tambang di lereng Gunung Slamet, bukan tidak mungkin bencana serupa terjadi di Jawa Tengah, kawan-kawan, terutama di wilayah Brebes dan sekitarnya,” ungkap Dikri kepada Gubernur.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menanggapi masukan kritis tersebut, Ahmad Luthfi menyambut baik dan menjadikannya catatan penting untuk mitigasi bencana. Ia menegaskan bahwa aturan main di kawasan konservasi sangat ketat.

“Gunung Slamet itu sudah berproses menjadi kawasan Taman Nasional. Jadi, kalau statusnya sudah kawasan, maka mutlak tidak boleh ada penambangan. Ini menjadi prioritas utama kami,” tegas Luthfi di hadapan para mahasiswa.

Gubernur juga menjelaskan langkah konkret yang telah diambil Pemerintah Provinsi. Ia telah menginstruksikan seluruh Bupati yang wilayah administrasinya melingkupi kaki Gunung Slamet untuk melakukan pemetaan wilayah secara mendetail guna mencegah kerusakan lingkungan.

“Konservasi sudah kami jalankan. Para Bupati di lingkar Gunung Slamet sudah saya minta melakukan mapping. Mereka harus menentukan titik mana saja yang memerlukan revitalisasi segera, agar bencana alam tidak terjadi berulang di masa depan,” jelasnya usai acara.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi juga telah mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti longsor dan banjir. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian alam, mulai dari wilayah pegunungan, dataran tinggi, hingga kawasan pesisir. (*)

Share This Article