Progres Sekolah Rakyat di Mamuju Capai 70 Persen, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran Baru

4 Min Read
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rangas, Kabupaten Mamuju, didampingi Asisten I Setda Sulbar dan sejumlah kepala OPD, Jumat (26/6/2026).

MAMUJU, ReaksiNasional.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rangas, Kabupaten Mamuju, telah mencapai sekitar 70 persen. Pemerintah optimistis sekolah tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru apabila penyelesaian pembangunan berjalan sesuai target.

Junda Maulana menyampaikan hal itu saat meninjau langsung lokasi pembangunan bersama Asisten I Setda Sulbar dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (26/6/2026). Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh kesiapan fisik bangunan dapat dipastikan pada 1–5 Juli 2026. Selanjutnya, pada 5–10 Juli dilakukan mobilisasi guru dan tenaga kependidikan, sedangkan pada 10–13 Juli para siswa mulai memasuki lingkungan sekolah.

Meski demikian, Junda menegaskan penyelesaian pembangunan tidak boleh dipaksakan apabila kondisi bangunan belum benar-benar aman untuk ditempati.

“Kalau memang belum siap, jangan dipaksakan. Jangan sampai anak-anak sudah masuk sementara aktivitas pembangunan masih berlangsung, karena itu berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja maupun risiko lainnya. Keselamatan siswa tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Menurut Junda, dirinya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka mendapat arahan langsung dari Menteri Sosial untuk memastikan kesiapan pembangunan sekaligus mendukung penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Sulbar.

“Hari ini kami melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi di Kementerian Sosial. Kami diminta oleh Bapak Menteri untuk melakukan pemantauan dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sulbar,” ujarnya.

Ia mengatakan, fokus utama penyelesaian pembangunan saat ini adalah penyediaan asrama dan ruang belajar agar dapat segera digunakan oleh peserta didik. Asrama diprioritaskan untuk menampung sekitar 30 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, termasuk fasilitas tempat tinggal bagi guru dan tenaga kependidikan.

Selain itu, ruang belajar juga menjadi prioritas, sedangkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan memastikan aktivitas konstruksi tidak mengganggu kawasan yang telah digunakan siswa.

Junda optimistis Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat dapat menerima peserta didik pada tahun ajaran baru apabila seluruh tahapan pembangunan selesai sesuai jadwal. Ia menilai program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program Sekolah Rakyat ini sangat baik, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Di sekolah ini seluruh kebutuhan siswa dipenuhi negara, mulai dari tempat tinggal, makan, pendidikan hingga layanan kesehatan,” katanya.

Atas arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, lanjut Junda, seluruh jajaran pemerintah daerah diminta terus mengawal pelaksanaan program tersebut serta menjaga koordinasi dengan pelaksana proyek dan pemerintah pusat.

“Kami akan terus berkoordinasi. Jika ada kendala di lapangan, kita selesaikan bersama. Bila membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita sampaikan secara terbuka agar dapat segera dibantu. Harapannya pembangunan dapat selesai tepat waktu dan proses belajar mengajar segera dimulai,” pungkasnya.

Share This Article