BANDUNG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi tingginya produksi sampah yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pengelolaan dari hulu menjadi kunci utama untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.
Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan pengelolaan sampah di tingkat hulu sebesar 100 hingga 200 ton per hari. Langkah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap TPA secara bertahap sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mendukung target nasional penghentian sistem open dumping pada akhir 2026. Ia menekankan, koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup akan segera dilakukan guna memastikan kesiapan Kota Bandung menghadapi kebijakan tersebut.
Farhan menyebut, waktu yang tersisa sekitar enam bulan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mempersiapkan sistem yang mampu menghapus praktik pembuangan terbuka di TPA. Selain itu, Pemkot Bandung juga menghadapi kendala operasional berupa pembatasan kuota pembuangan yang berdampak pada antrean panjang kendaraan pengangkut sampah dari berbagai wilayah Bandung Raya.
Ia menilai, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan pengurangan volume semata, melainkan juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus memastikan tidak memunculkan polusi baru.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mulai menerapkan langkah efisiensi energi dalam operasional pemerintahan, termasuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Farhan mengaku telah membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih ke kendaraan listrik untuk aktivitas harian sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi.
Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


