CILACAP, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap meluncurkan strategi konkret untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat melalui Program ASN Peduli Pekerja Rentan (Pro ASN Keren). Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas Kabupaten Cilacap sebagai upaya melindungi pekerja sektor informal yang selama ini berada dalam kondisi rentan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Rulli Jaya Santika, dalam laporan kegiatan sosialisasi Pro ASN Keren, Kamis (26/02/2026), menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan sedikitnya 624.000 pekerja mendapatkan perlindungan penuh jaminan sosial ketenagakerjaan. Namun hingga 2025, baru sekitar 45 persen atau 286.296 tenaga kerja ber-NIK Kabupaten Cilacap yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, mengatakan melalui program tersebut setiap aparatur sipil negara (ASN) diharapkan dapat berpartisipasi dengan memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian kepada minimal satu pekerja rentan di lingkungan sekitarnya.
Ia menegaskan, sasaran utama program ini adalah pekerja sektor informal yang bekerja dalam kondisi berisiko dan berpenghasilan tidak tetap, seperti buruh tani, nelayan, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, hingga pemulung. Dengan adanya perlindungan tersebut, diharapkan mereka memperoleh jaminan sosial yang layak apabila terjadi risiko kerja maupun musibah kematian.
Adapun besaran iuran yang dibayarkan sebesar Rp16.800 per orang setiap bulan. Khusus bagi pekerja rentan yang beragama Islam, dukungan pembiayaan dapat bersumber dari zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Cilacap.
Sadmoko menyebut Pro ASN Keren merupakan wujud implementasi nilai gotong royong dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila. Ia menilai program tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bernilai ibadah dan menjadi ladang amal jariyah bagi para ASN yang terlibat.
Dalam sosialisasi yang disiarkan langsung dari Aula Diklat Praja Cilacap, ia mengajak seluruh ASN menjadikan program tersebut sebagai gerakan bersama dan budaya baru. Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut profesional, akuntabel, dan berintegritas, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakat yang rentan.
Ia menambahkan, dampak program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja rentan, tetapi juga mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem serta memperkuat ketahanan sosial dan nasional.
Kegiatan sosialisasi diikuti perwakilan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), kepala SKB, kepala SMP negeri, kepala puskesmas, koordinator wilayah bidang pendidikan se-Kabupaten Cilacap, serta pihak terkait lainnya.


