Presiden Panen Udang di Kebumen, Gubernur Luthfi Sebut Perikanan Jateng Menjanjikan

4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan panen raya udang vaname di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jumat (23/5/2026).

KEBUMEN, ReaksiNasional.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vaname di kawasan tambak udang modern pesisir selatan Kebumen, Jumat (23/5/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Gubernur Ahmad Luthfi dan menjadi simbol kebangkitan sektor perikanan budidaya nasional sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Panen raya digelar di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Kawasan budidaya modern seluas 100 hektare tersebut dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai model budidaya udang berbasis kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, kawasan tambak modern tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor perikanan budidaya di Jawa Tengah memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, baik untuk pertumbuhan ekonomi daerah maupun penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru di wilayah Kebumen, di samping pendapatan daerah tentunya. Dan secara nasional ini prospek yang bagus sekali,” kata Luthfi seusai kegiatan.

Menurut Luthfi, proyek budidaya udang di Kebumen memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan produksi perikanan, keberadaan kawasan tersebut juga dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar.

Ia menambahkan, keberadaan BUBK Kebumen menjadi bagian penting dalam implementasi Program Ekonomi Biru sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat produksi udang vaname di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 26.313 ton. Kabupaten Kebumen menjadi salah satu sentra utama dengan produksi mencapai 1.850 ton. Sementara itu, ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton dengan nilai Rp178,8 miliar.

Angka tersebut menunjukkan sektor budidaya perikanan masih menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor daerah. Dengan dukungan kawasan budidaya modern, Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu sentra perikanan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak udang di Kebumen yang dinilai telah memenuhi standar dunia. Ia menyebut produksi udang dari kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek besar untuk terus dikembangkan.

“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton udang. Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp70 ribu per kilogram,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan, pemerintah akan terus memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan produktif di sejumlah daerah lain, seperti Waingapu, Gorontalo, dan Pantai Utara Jawa Barat. Menurutnya, proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat harus terus didukung.

“Yang harus kita dukung adalah proyek-proyek yang produktif, yang menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat,” katanya.

Saat ini, kawasan BUBK Kebumen disebut telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan masuk dalam salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya. Pemerintah berharap pengembangan kawasan tersebut dapat menjadi model penguatan ekonomi pesisir yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Share This Article